MALUKU UTARA — Drama Korea makin sering mengangkat kisah tokoh difabel sebagai karakter utama, bukan sekadar pelengkap cerita. Deretan judul terbaru sampai yang sudah lawas menawarkan sudut pandang jujur soal keterbatasan fisik. Enam tayangan berikut bisa jadi pilihan tontonan yang menghibur sekaligus membuka wawasan.
Minat penonton Indonesia pada drakor bertema sosial terus tumbuh. Sejumlah judul berani menempatkan tokoh difabel di pusat cerita, lengkap dengan konflik dan romansa yang membumi. Berikut daftar yang layak masuk watchlist kamu.
1. Between Steps (2026)
Drama terbaru ini mengisahkan Park Min Jae, mantan perenang yang kehilangan kaki kanannya akibat penyakit. Setelah mimpi atletnya kandas, ia menekuni penelitian robotika sampai menempuh studi doktoral. Hidupnya berubah saat bertemu Im Yoo Jin, mahasiswi yang sedang mencari arah baru usai meninggalkan jurusan mode. Pertemuan di laboratorium robotika itu perlahan tumbuh jadi hubungan romantis. Karakter Min Jae diperankan Choo Young Woo, berpasangan dengan Kim So Hyun.
2. Twinkling Watermelon (2023)
Drama ini memadukan elemen coming of age dengan kisah keluarga yang mengharukan. Tokoh utamanya menghadapi keterbatasan pendengaran dan harus menavigasi dunia musik yang penuh suara. Alurnya bergerak antara masa kini dan masa lalu, menghadirkan refleksi soal penerimaan diri.
3. Peran Aktor Senior Jadi Ujian Akting
Memerankan tokoh difabel bukan pekerjaan mudah. Aktor dituntut menampilkan detail gerak, ekspresi, dan cara berinteraksi yang realistis tanpa jatuh ke jebakan dramatisasi berlebihan. Beberapa nama papan atas seperti Lee Je Hoon tercatat pernah mengambil tantangan serupa.
4. Bukan Sekadar Simpati
Drakor-drakor ini tidak berhenti pada rasa kasihan. Cerita dibangun dari sudut pandang tokoh, memperlihatkan ambisi, kegagalan, dan cara mereka bangkit. Penonton diajak melihat keterbatasan sebagai bagian dari identitas, bukan penghalang total.
5. Romansa Tetap Jadi Daya Tarik
Hampir semua judul menyisipkan garis romansa sebagai penggerak cerita. Hubungan antar tokoh dibangun perlahan, dari pertemuan tak sengaja hingga saling memahami kekurangan masing-masing. Formula ini terbukti menjaga rasa penasaran penonton tiap episode.
6. Cocok untuk Marathon Akhir Pekan
Durasi tiap judul bervariasi, dari yang masih berjalan sampai yang sudah tamat. Bagi yang baru mulai, Twinkling Watermelon bisa jadi pintu masuk sebelum mencoba Between Steps yang lebih anyar. Siapkan tisu untuk adegan-adegan emosionalnya.
Enam drakor di atas menunjukkan bahwa cerita soal difabel bisa dikemas tanpa menggurui. Pilih satu judul, siapkan waktu luang, dan biarkan alurnya bekerja sendiri.