BI dan Pemprov Malut Dorong Digitalisasi 195 Ribu UMKM, Target Tembus Pasar Ekspor Lewat Kopi Rempah dan Batik Khas

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:49:30 WIB
Bank Indonesia dan Pemprov Malut dorong digitalisasi untuk 195 ribu UMKM menjangkau pasar ekspor.

TERNATE — Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi memperkuat kapasitas UMKM melalui program digitalisasi dan perluasan akses ekspor. Langkah ini menyasar 195 ribu UMKM di daerah tersebut, di mana 95 persen di antaranya merupakan usaha mikro yang menyerap 584.988 tenaga kerja.

Kepala Perwakilan BI Maluku Utara Handi Susila menegaskan, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha di wilayah kepulauan.

"Digitalisasi menjadi solusi agar UMKM di Maluku Utara mampu menjangkau pasar yang lebih luas tanpa terkendala wilayah," kata Handi di Ternate, Jumat (15/4).

Fokus pada Produk Unggulan: Kopi Rempah hingga Batik Khas

Selain mendorong adopsi teknologi, BI Malut juga mengembangkan produk unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Kopi rempah khas Ternate menjadi salah satu andalan yang dipromosikan.

"Kenapa kita tidak mencoba dengan kopi rempah, ini sudah jadi ciri khas Ternate dan Maluku Utara. Di mana-mana kalau mau bahas sesuatu, ayo kita ngopi dulu," ujar Handi.

Produk lain yang dikembangkan meliputi wastra dan batik khas Maluku Utara. Pemprov juga menyiapkan dukungan standar dan sertifikasi agar produk-produk ini bisa mengantongi label "Made in Maluku Utara".

Program SERUMBI 2026: Kurasi Ketat dan Pembiayaan Mikro

Pemprov Malut menyalurkan bantuan modal usaha mulai Rp3 juta hingga Rp15 juta dengan bunga 0,01 persen bagi pelaku UMKM di Sofifi dan Ternate. Program ini merupakan bagian dari SERUMBI 2026, inisiatif kurasi UMKM dan wirausaha unggulan BI.

"SERUMBI 2026 adalah langkah nyata BI dan Pemprov untuk mendorong UMKM tidak hanya dibina, tapi juga difasilitasi sampai ke pasar nasional," kata Asisten II Setda Maluku Utara Sri Haryanti Hatari mewakili Sekda.

Program tersebut difokuskan pada tiga sektor utama: digitalisasi, akses pembiayaan, dan pengembangan potensi ekspor produk unggulan daerah.

Digitalisasi Bukan Lagi Pilihan, Tapi Keharusan

Sri Haryanti menekankan bahwa kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri dari ribuan pulau menjadi tantangan tersendiri. Tanpa digitalisasi, produk UMKM sulit menjangkau konsumen di luar pulau.

"Digitalisasi sekarang bukan pilihan, tapi keharusan," tegas Sri.

BI berkomitmen menjadi mitra strategis Pemprov dalam transformasi digital UMKM. Dukungan juga diberikan untuk sektor hasil laut dan kerajinan agar mampu bersaing di pasar internasional. Hingga saat ini, Pemprov terus mendorong pelaku usaha mikro untuk naik kelas melalui pendampingan dan akses permodalan.

Reporter: Sutomo
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top