PLN Minta Maaf Usai 5 Provinsi di Sumatera Mati Listrik Massal, Gangguan Transmisi Jadi Biang Kerok

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:29:06 WIB
PLN meminta maaf atas pemadaman listrik massal di lima provinsi Sumatera akibat gangguan transmisi.

MALUKU UTARA — Insiden mati listrik massal yang melanda hampir separuh Pulau Sumatera pekan lalu mendapat respons cepat dari pucuk pimpinan PLN. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Sabtu (23/5/2026), Darmawan Prasodjo secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat di lima provinsi yang terdampak pemadaman serentak pada Jumat malam.

"Kami sudah mendapatkan arahan dari Kementerian agar terus melakukan berbagai langkah untuk mengoreksi dan memperbaiki sistem kelistrikan Sumatera yang mengalami gangguan ini," ujar Darmawan dalam keterangannya di Jakarta.

Dua Jam Pemulihan, Tim Langsung Turun ke Gardu Induk

Berdasarkan indikasi awal, gangguan berawal dari ruas transmisi yang terganggu akibat cuaca buruk. Begitu laporan padam listrik serempak diterima, PLN langsung mengerahkan tim ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

"Pertama adalah kami melakukan assessment apakah ada dampak kerusakan pada gardu induk dan juga sistem transmisi kami. Dan alhamdulillah dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan," tutur Darmawan.

Proses pemulihan yang relatif cepat ini menjadi kabar lega bagi jutaan pelanggan di lima provinsi yang sempat terputus pasokan listriknya. PLN memastikan tidak ada kerusakan permanen pada infrastruktur kelistrikan utama.

Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu, PLN Siapkan Langkah Antisipasi

Pihak PLN mengakui bahwa faktor cuaca buruk menjadi pemicu utama gangguan transmisi yang menyebabkan efek domino mati listrik massal tersebut. Meski pemulihan berjalan cepat, perusahaan pelat merah ini tetap mendapat arahan dari Kementerian BUMN untuk melakukan koreksi menyeluruh pada sistem kelistrikan Sumatera.

Langkah antisipasi jangka panjang pun tengah disiapkan untuk mencegah kejadian serupa terulang. PLN berkomitmen memperkuat ketahanan sistem transmisi di wilayah rawan cuaca ekstrem, khususnya di Pulau Sumatera yang memiliki jaringan kelistrikan terintegrasi antarprovinsi.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi pengelola sistem kelistrikan nasional bahwa infrastruktur transmisi di luar Jawa masih rentan terhadap gangguan alam. Masyarakat di lima provinsi terdampak pun berharap perbaikan sistem tidak berhenti pada pemulihan darurat semalam, melainkan diikuti dengan modernisasi jaringan yang lebih tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem.

Reporter: Ragil
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top