BMKG dan RRI Kerahkan Teknologi hingga Relawan untuk Sebarkan Peringatan Gempa ke Pedalaman Maluku Utara

Penulis: Yasir  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:29:42 WIB
BMKG dan RRI bekerja sama menggunakan teknologi dan relawan untuk menyebarkan peringatan gempa di pedalaman Maluku Utara.

MALUKU UTARA — Kolaborasi ini menyasar desa-desa di kepulauan dan wilayah pegunungan yang selama ini menjadi titik buta informasi kebencanaan. BMKG dan RRI menggabungkan teknologi sirene jarak jauh dengan jaringan radio komunitas yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di Maluku Utara.

Mengapa Radio Masih Jadi Andalan di Maluku Utara?

Wilayah Maluku Utara yang terdiri dari ribuan pulau kecil membuat jaringan telekomunikasi kerap terputus saat gempa besar terjadi. Dalam kondisi tersebut, siaran radio menjadi satu-satunya sumber informasi yang bisa diandalkan warga.

Kepala Stasiun BMKG Kelas I Ternate, Sakimin, mengatakan pihaknya telah memasang alat penerima sinyal peringatan dini di beberapa titik strategis. "Kami juga melatih relawan di setiap desa untuk menyebarkan informasi secara manual jika listrik dan jaringan telepon mati," ujarnya dalam keterangan resmi.

Simulasi dan Perangkat Baru untuk Desa Terpencil

Program penguatan ini mencakup pengadaan 20 unit radio komunikasi portabel untuk desa-desa rawan tsunami di Halmahera Barat dan Pulau Morotai. Setiap perangkat akan dipegang oleh seorang relawan yang sudah mendapat pelatihan pembacaan peta evakuasi.

RRI Ternate juga menyiarkan program khusus setiap pekan yang membahas tanda-tanda alam dan langkah evakuasi mandiri. "Kami siarkan dalam bahasa Indonesia dan juga bahasa daerah setempat seperti Ternate dan Galela agar lebih mudah dipahami," kata Kepala RRI Ternate, Rahmat Hidayat.

Jangkauan Sinyal dan Tantangan Medan

BMKG mencatat setidaknya ada 15 desa di pesisir timur Halmahera yang masih kesulitan menerima sinyal peringatan dini secara langsung. Medan berbukit dan minimnya infrastruktur kelistrikan menjadi kendala utama.

Untuk mengatasinya, BMKG memasang repeater sinyal di tiga titik ketinggian: Gunung Gamalama, Gunung Jailolo, dan Pegunungan Weda. Alat ini memperkuat pancaran sinyal peringatan dari pusat hingga radius 50 kilometer.

Tindak Lanjut: Pelatihan Massal Sebelum Musim Hujan

RRI dan BMKG berencana menggelar simulasi evakuasi massal di Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara, pada bulan depan. Simulasi ini akan melibatkan 500 warga dari empat desa yang berada di zona merah tsunami.

Warga akan dilatih membaca sirene dan menyebarkan informasi ke tetangga menggunakan pengeras suara masjid. "Kami targetkan setiap desa punya setidaknya 10 orang yang bisa mengoperasikan radio komunikasi darurat," tambah Sakimin.

Program ini merupakan bagian dari penguatan sistem peringatan dini nasional yang digencarkan BMKG setelah gempa magnitudo 7,2 mengguncang Maluku Utara pada 2023 lalu. Saat itu, puluhan nelayan di Halmahera Selatan tidak menerima peringatan dini karena jaringan telepon seluler lumpuh total.

Reporter: Yasir
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top