BPJN Malut Tangani 7 Titik Longsor di Ruas Payahe-Meda, 2 Titik Masuk Kontrak Perbaikan Permanen 2026

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:17:08 WIB
Plt Kepala BPJN Malut Abdul Hamid Payapo meninjau langsung lokasi longsor di ruas Payahe–Meda.

MABA — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPJN Malut Abdul Hamid Payapo, bersama jajarannya, turun langsung meninjau lokasi longsor beberapa hari lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan dan mempercepat penanganan.

Dari hasil peninjauan, terdapat tujuh titik longsoran yang tersebar di sepanjang ruas Payahe–Meda. Dua titik di antaranya sudah memasuki tahap kontrak dan akan segera ditangani secara permanen.

"Kami baru beberapa hari lalu turun langsung meninjau lokasi. Saat ini pekerjaan penanganan sudah berjalan dan akan terus dipercepat agar risiko bagi masyarakat dapat diminimalkan," ujar Abdul Hamid Payapo, Sabtu (6/6/2026).

Lima Titik Lain Ditangani Secara Preventif

Untuk lima titik longsor lainnya, BPJN Malut telah melakukan sejumlah pekerjaan preventif. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar, terutama saat musim hujan.

Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembuatan saluran drainase permukaan untuk mengalirkan air hujan, pemasangan terpal pada area longsoran, serta pemasangan rambu-rambu keselamatan dan barrier pengaman di sekitar lokasi. Tim juga membersihkan saluran drainase agar aliran air tetap lancar.

Dua Titik Longsor Masuk Kontrak Perbaikan Permanen

Sementara itu, untuk dua titik longsor yang telah memasuki tahap kontrak, BPJN Malut akan melakukan percepatan penanganan permanen di lapangan. Langkah ini diambil untuk mengurangi tingkat kerusakan sekaligus meningkatkan stabilitas badan jalan.

Abdul Hamid menegaskan bahwa ruas Payahe–Meda merupakan jalur strategis yang mendukung konektivitas antarwilayah di Kabupaten Halmahera Timur. Setiap gangguan di jalur ini harus segera ditangani agar tidak menghambat aktivitas masyarakat maupun distribusi barang dan jasa.

Tim Pemeliharaan Siaga di Lokasi

Tim Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (TPK) telah diperintahkan untuk tetap siaga di lokasi longsor. Mereka bertugas melakukan pemantauan rutin, mengawasi kondisi longsoran, serta berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan Satuan Lalu Lintas.

"Kami mengimbau masyarakat yang melintasi ruas Payahe–Meda agar tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang. Kami terus bekerja memastikan kesiapan struktur jalan demi kelancaran dan keselamatan para pengguna jalan," ujar Abdul Hamid.

BPJN Malut memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi lapangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Hal ini untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan para pengguna jalan di ruas Payahe–Meda, terutama pada musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko longsor.

Reporter: Sutomo
Sumber: koreri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top