MALUKU UTARA — Rencana aksi korporasi dari emiten bank milik negara menjadi katalis utama penguatan hari ini. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajnawi, mengungkapkan pembahasan buyback saham big caps, terutama anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), tengah dikoordinasikan dengan DPR, Danantara Indonesia, BPJS, hingga BUMN asuransi. "Pembahasan dan rencana buyback saham big caps seperti (anggota) Himbara yang direncanakan menjadi sentimen utama," ujarnya di Jakarta, Selasa.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga saham perbankan BUMN di tengah gejolak pasar global dan domestik. Dengan adanya kepastian buyback, investor melihat ada 'jaring pengaman' yang bisa menahan tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Pada sesi siang, Bank Indonesia mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan moneter yang lebih ketat ini dirancang untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Arjun menilai langkah BI justru memperkuat daya tarik arus modal masuk ke pasar keuangan Indonesia, meskipun tetap ada potensi volatilitas jangka pendek. Kombinasi antara suku bunga kompetitif dan prospek buyback membuat investor asing mulai melirik kembali aset-aset Indonesia.
Lonjakan IHSG terjadi secara merata. Seluruh 11 indeks sektoral tercatat menguat, dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 9,71 persen, disusul energi 9,04 persen dan industri 8,24 persen. Total transaksi mencapai Rp27,93 triliun dengan volume 45,06 miliar saham. Dari 815 saham yang diperdagangkan, 678 di antaranya menguat, sementara hanya 89 saham yang melemah.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa juga menghijau. Nikkei naik 1,92 persen, Shanghai naik 1,28 persen, dan Straits Times menguat 1,20 persen. Hanya Hang Seng yang melemah tipis 0,37 persen.
Meski euforia terasa kuat, analis mengingatkan potensi koreksi dalam waktu dekat. "Karena cukup kuat hari ini berpotensi profit taking," kata Arjun. Penguatan tajam seperti ini kerap diikuti oleh aksi ambil untung pada sesi berikutnya, terutama oleh investor jangka pendek yang ingin mengamankan keuntungan. Pasar kini menanti realisasi buyback dari emiten Himbara dan data ekonomi global selanjutnya untuk menentukan arah pergerakan.