Pabrik iPhone Tata di India Diselidiki Lagi, Petani Keluhkan Air Tercemar Limbah

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:11:01 WIB
Petugas medis menemukan bau menyengat pada air limbah pabrik Tata di Ullugurukkai.

MALUKU UTARA — Polemik lingkungan di pabrik pemasok Apple ini bermula dari laporan petani di Desa Ullugurukkai. Mereka mengeluhkan air sumur dan lahan pertanian tercemar oleh cairan buangan dari pabrik yang beroperasi sejak 2021 tersebut. Beberapa petani bahkan mengaku mengalami gangguan kesehatan pada kulit setelah kontak dengan air yang diduga terkontaminasi.

Petani Mengadu, Petugas Temukan Bau Menyengat

Keluhan warga kemudian ditindaklanjuti oleh petugas medis setempat. Dalam surat tertanggal 27 Mei yang dilihat Reuters, Anish Parvin, petugas medis pemerintah di Ullugurukkai, melaporkan temuan di lapangan ke Institute of Vector Control and Zoonoses di Hosur.

Menurut Parvin, air buangan dari pabrik Tata menimbulkan “bau busuk yang menyengat” dan membuat air “tidak layak diminum hewan”. Surat itu juga menyebutkan bahwa air limbah yang menggenang di lahan pertanian telah mencemari sumber air bersih di sumur-sumur warga.

“Air limbah yang dilepaskan dari Tata Electronics… telah terakumulasi di lahan pertanian di dekatnya dan mencemari air bersih yang ada di sumur-sumur di sekitar,” tulis Parvin dalam surat yang tidak dipublikasikan secara umum tersebut.

Air Tercemar Bakteri E. Coli, Kasus Klinis Belum Terbukti

Hasil uji laboratorium terhadap dua sampel air yang diambil dari lahan petani menunjukkan kontaminasi bakteri E. coli. Bakteri ini biasanya ditemukan di limbah tinja dan mengindikasikan pencemaran serius pada sumber air. Meski demikian, petugas medis setempat menyatakan belum ada kasus penyakit yang terbukti secara klinis akibat pencemaran tersebut.

Ketegangan sempat terjadi ketika seorang petani memasuki area pabrik untuk memotret kolam yang diduga berisi air limbah. Aksi itu berujung pada insiden penjaga keamanan yang mengambil senjata api dari kendaraan.

Bantahan Tata dan Respons Apple

Sebelumnya, Tata Electronics sempat mendapat peringatan dari Dewan Pengendalian Pencemaran Tamil Nadu (TNPCB) yang mengancam akan menghentikan operasional pabrik. Namun, pada pekan lalu, Tata mengklaim telah menjawab semua pertanyaan regulator dan TNPCB memutuskan untuk tidak melanjutkan tindakan lebih lanjut.

“Perusahaan telah menanggapi secara memuaskan semua pertanyaan yang disebutkan dalam pemberitahuan dan regulator telah membatalkan tindakan lebih lanjut terkait masalah ini,” demikian pernyataan Tata kepada Reuters pada Selasa lalu.

Hingga berita ini diturunkan, baik Apple maupun Tata Electronics belum memberikan tanggapan resmi terkait investigasi baru dari otoritas kesehatan ini. Reuters melaporkan bahwa penyelidikan oleh dinas kesehatan setempat sebenarnya sudah berlangsung sejak akhir Mei lalu.

Reporter: Fajar
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top