TIDORE — Muhammad Sinen menginstruksikan seluruh aparatur pemerintahannya untuk mengawal penuh proses sensus yang akan berlangsung di wilayah Kota Tidore Kepulauan. Ia meminta camat, lurah, dan kepala desa untuk bersinergi dengan petugas lapangan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Mereka wajib memberikan kemudahan akses serta mendukung kecepatan kerja petugas BPS demi kenyamanan masyarakat,” ujar Muhammad Sinen dalam keterangan yang diterima, Jumat (19/6/2026).
Data Valid untuk Intervensi Kebijakan yang Tepat
Orang nomor satu di Kota Tidore itu berharap data yang terkumpul nantinya benar-benar akurat. Menurutnya, data valid menjadi modal utama bagi pemerintah daerah untuk melakukan intervensi kebijakan yang tepat sasaran.
“Saya berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan memberikan data yang valid dan akurat, sehingga ke depan pemerintah dapat melakukan intervensi kebijakan yang tepat sasaran,” ungkapnya.
Pemkot Tidore akan terus menjaga komunikasi dan koordinasi intens bersama BPS Kota Tidore Kepulauan. Hal ini untuk memastikan data wilayah selalu valid dan bebas dari kendala administrasi.
Pergeseran Struktur Ekonomi Maluku Utara: Dari Rempah ke Nikel
Sensus Ekonomi 2026 dicanangkan langsung oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, bersama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Pencanangan ditandai dengan pemukulan tifa oleh para pemimpin daerah.
Dalam sambutannya, Amalia memaparkan urgensi sensus ini bagi Maluku Utara yang tengah mengalami pertumbuhan ekonomi pesat. Ia menyebut struktur ekonomi daerah saat ini sedang mengalami transisi signifikan.
“Dahulu, perekonomian didominasi sektor pertanian dan rempah-rempah. Kini, struktur tersebut bergeser menuju dominasi industri pengolahan nikel, di samping potensi besar sektor pariwisata dan perikanan yang terus berkembang,” kata Amalia.
Memotret Transaksi Digital yang Belum Terekam
Amalia menjelaskan, SE2026 dirancang khusus untuk memotret perubahan pola aktivitas ekonomi masyarakat modern. Salah satu target utamanya adalah menjaring data lonjakan transaksi digital dan daring yang selama ini belum terekam secara mendalam.
“Sensus Ekonomi 2026 menjadi penegasan bahwa data yang valid bukan sekadar angka, melainkan modal utama bagi Provinsi Maluku Utara untuk mempertahankan dan mengarahkan momentum pertumbuhan ekonominya ke arah yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi erat bersama pemerintah daerah, pendataan lengkap ini ditargetkan mampu menghasilkan basis data akurat sebagai kompas pembangunan berkelanjutan. Partisipasi aktif dan keterbukaan masyarakat disebut sebagai kunci utama menciptakan peta ekonomi nasional yang mutakhir.