MALUKU UTARA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menebar sinyal perekrutan besar-besaran di Senayan. Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyatakan partainya akan kedatangan lebih dari sepuluh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari partai politik lain. Informasi ini ia lontarkan dalam siniar What The Fact Politics CNN Indonesia yang tayang pada Jumat (19/6) pekan lalu.
Ali mengklaim jumlah kader DPR yang akan berlabuh ke PSI melebihi ekspektasi awal. "Pokoknya dari beberapa partai, mungkin 10 terlalu kecil itu, banyak lagi. Ya kalau dia di DPR pasti terkenal," ujar Ali dalam kesempatan tersebut. Meski memberikan bocoran, mantan politikus Partai NasDem ini enggan merinci identitas atau memberikan kisi-kisi mengenai para anggota dewan yang dimaksud.
Pernyataan ini memicu spekulasi di kalangan pengamat politik mengenai peta koalisi jelang pemilu mendatang. PSI, yang sebelumnya dikenal sebagai partai non-parlemen, kini mulai agresif menggaet tokoh-tokoh mapan. Langkah ini dinilai sebagai strategi memperkuat posisi tawar partai berlambang bunga mawar itu di kancah politik nasional.
Di tengah hiruk-pikuk kabar perpindahan kader, Ahmad Ali secara tegas membantah adanya praktik mahar politik yang dijanjikan kepada para calon anggota baru. Ia menyebut isu tersebut sengaja dilontarkan oleh pihak-pihak yang merasa terusik dengan langkah PSI. "Kalau ada yang mau bergabung tentunya, sekali lagi ini bukan berapa duit yang kamu bayarkan tapi berapa nyaman kamu perlakukan kader itu di tempat itu," tegas Ali.
Ali menekankan PSI membawa misi politik gagasan, bukan transaksional. Ia menyebut partainya akan memberikan posisi strategis bagi kader yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi. "Kami akan berupaya membuat nyaman kadernya," imbuhnya, menegaskan bahwa kenyamanan menjadi kunci utama rekrutmen.
Klaim Ali bukannya tanpa dasar. Belakangan, PSI sukses menyerap sejumlah kader senior dari Partai NasDem. Ahmad Ali sendiri merupakan salah satu pentolan NasDem yang memutuskan hijrah. Tak hanya Ali, nama Rusdi Masse dan Bestari Barus juga tercatat telah bergabung ke dalam struktur kepengurusan PSI. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran loyalitas kader di panggung politik Tanah Air yang patut dicermati ke depannya.