MALUKU UTARA — Kenaikan ini memutus tren negatif yang menghapus 2,27% nilai emas dalam tiga hari sebelumnya. Investor memanfaatkan pelemahan untuk melakukan akumulasi.
“Koreksi yang sudah cukup dalam membuat emas kembali menarik. Investor memanfaatkan pelemahan untuk melakukan akumulasi,” tulis riset Bloomberg Technoz, Jumat (10/7/2026).
Pasar belum menerima katalis positif yang signifikan. Kenaikan kemarin lebih bersifat teknikal setelah harga turun terlalu cepat dan dalam.
Emas masih berada dalam tekanan sejumlah sentimen negatif. Konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda, kekhawatiran inflasi, serta kebijakan moneter ketat di negara maju masih membayangi prospek logam mulia ini.
Pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih rentan terhadap volatilitas. Tanpa adanya sentimen pendorong baru, kenaikan bisa bersifat sementara.
Investor perlu mencermati data ekonomi AS pekan depan, terutama inflasi dan klaim pengangguran, yang bisa mempengaruhi ekspektasi suku bunga. Suku bunga tinggi cenderung menjadi beban bagi emas karena meningkatkan biaya oportunitas memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Investasi mengandung risiko.