TIDORE — Dukungan dari pemerintah pusat menjadi modal penting bagi persiapan Toadore Festival Vol. III. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, mengapresiasi inisiatif mahasiswa Tidore yang konsisten menghidupkan budaya daerah melalui pendekatan ekonomi kreatif.
“Festival ini bukan hanya tentang menampilkan budaya, tetapi bagaimana budaya tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memberi dampak bagi masyarakat,” ujar Kapita Fando, Steering Committee Program Kreatif Toadore Festival, dalam pemaparan di hadapan Wamen.
Toadore Festival Vol. III telah menjadi program tahunan PKPM Nuku Yogyakarta sejak 2023. Berbeda dari tahun sebelumnya, edisi ketiga ini akan menghadirkan sejumlah kegiatan baru, antara lain Seminar Nasional Ekonomi Kreatif, Panggung Budaya Nusantara, Ngosip Kreatif, dan Panen UMKM.
Panitia memaparkan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Generasi muda, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan bisa bertukar ide dan mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan.
Bagi PKPM Nuku Yogyakarta, dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi momentum strategis. Audiensi tersebut tidak sekadar seremoni, melainkan langkah konkret memperkuat sinergi antara komunitas mahasiswa daerah dengan pemerintah pusat.
Dalam pertemuan itu, perwakilan panitia, Furqan, juga menyampaikan undangan resmi kepada Irene Umar untuk hadir sebagai narasumber. Wamen Ekraf menanggapi positif dan berharap festival ini mampu menjadi media promosi budaya serta potensi ekonomi kreatif Kota Tidore Kepulauan agar semakin dikenal di tingkat nasional.
Irene Umar menekankan bahwa pendekatan ekonomi kreatif bisa menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan kesejahteraan masyarakat. Melalui Toadore Festival Vol. III 2026, budaya Tidore tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga didorong menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Panitia berharap festival tersebut dapat terus berkembang dan memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya ke audiens yang lebih luas. Dukungan dari pemerintah pusat diharapkan membuka akses lebih besar bagi para pelaku kreatif asal Maluku Utara.