Jakarta - Semangka menjadi buah favorit untuk melepas dahaga, terutama di cuaca panas. Namun tidak semua semangka memiliki rasa manis yang sama, sehingga penting mengetahui cara memilihnya sebelum membeli.
1. Perhatikan bercak kuning (field spot)
Salah satu indikator paling penting adalah field spot, yaitu bercak kuning yang muncul di bagian bawah semangka, area yang menyentuh tanah selama buah tumbuh. Semangka matang biasanya memiliki field spot berwarna kuning krem hingga kuning keemasan.
2. Cek tekstur kulit
Kulit semangka yang kusam atau tidak terlalu berkilau biasanya menjadi tanda buah sudah matang, sementara kulit yang sangat mengilap sering menunjukkan semangka belum matang optimal.
3. Perhatikan pola webbing
Guratan seperti jaring berwarna cokelat pada kulit semangka, yang disebut webbing, terjadi akibat aktivitas penyerbukan bunga oleh lebah. Semakin baik proses penyerbukan, umumnya semakin tinggi peluang buah menghasilkan rasa manis.
4. Dengarkan suara ketukan
Semangka matang biasanya menghasilkan suara dalam, padat, dan sedikit bergema saat diketuk, sedangkan suara tinggi atau nyaring bisa jadi tanda buah masih mentah.
5. Perhatikan berat buah
Pilih semangka yang terasa lebih berat dari ukurannya, karena menandakan kandungan air dan gula yang tinggi di dalamnya.
6. Cek kondisi batang
Batang yang kering dan berwarna kuning-cokelat berarti semangka matang sempurna, sedangkan batang yang masih hijau menandakan buah belum matang.
Menggabungkan beberapa indikator di atas, bukan hanya mengandalkan satu tanda saja, akan membantu memastikan semangka yang dipilih benar-benar manis dan matang sempurna sebelum dibawa pulang.
Cara menyimpan semangka setelah dipotong
Semangka yang sudah dipotong sebaiknya dibungkus rapat menggunakan plastic wrap atau disimpan dalam wadah kedap udara, lalu disimpan di dalam kulkas agar kesegarannya tetap terjaga dan tidak menyerap bau makanan lain. Konsumsi dalam waktu 3-5 hari untuk mendapatkan rasa dan tekstur terbaik.
Semangka utuh yang belum dipotong bisa disimpan pada suhu ruang selama beberapa hari tanpa mengurangi kualitasnya, namun jika ingin disantap dalam kondisi dingin dan segar, masukkan ke kulkas beberapa jam sebelum dikonsumsi.
Hindari memilih semangka dengan permukaan penyok, retak, atau memar, karena bagian tersebut biasanya menjadi titik masuk bakteri yang mempercepat pembusukan daging buah di dalamnya, meski kulit luar masih terlihat baik-baik saja.