MALUKU UTARA — Persaingan smartphone kelas menengah di Indonesia makin ketat. Produsen kini berlomba menyematkan layar AMOLED berkualitas tinggi yang sebelumnya hanya ada di segmen premium, mulai dari resolusi 1,5K hingga refresh rate 144 Hz untuk pengalaman scrolling dan bermain gim yang lebih mulus.
Dari daftar yang beredar, tujuh perangkat dari Tecno, iQOO, Infinix, Vivo, dan Poco menjadi pilihan menarik. Berikut rincian spesifikasi dan keunggulan masing-masing ponsel.
Kelompok pertama mengusung layar ber-refresh rate 144 Hz yang membuat animasi dan transisi aplikasi terasa sangat responsif. Tecno Camon 50 Pro memimpin dengan layar AMOLED 6,78 inci resolusi 1,5K, ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultimate, RAM hingga 12 GB, dan penyimpanan 512 GB. Kamera utamanya 50 MP dengan OIS, plus baterai 6.000 mAh dengan pengisian cepat 45 watt.
iQOO Z11 5G menawarkan layar serupa 6,73 inci 1,5K 144 Hz, namun ditenagai Snapdragon 7s Gen 4. Keunggulan utamanya ada pada baterai 9.020 mAh yang menjadi salah satu kapasitas terbesar di kelasnya.
Infinix Note 60 Pro hadir dengan layar AMOLED 6,78 inci 1,5K yang diklaim memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 4.500 nit, membuatnya nyaman digunakan di bawah sinar matahari langsung. Ponsel ini juga memakai Snapdragon 7s Gen 4, kamera 50 MP OIS, dan baterai 6.500 mAh dengan fast charging 90 watt.
Vivo V70 mengambil pendekatan berbeda dengan fokus pada sektor fotografi. Layar AMOLED 6,59 inci 1,5K dengan refresh rate 120 Hz dipadukan Snapdragon 7 Gen 4. Hasil kolaborasi dengan ZEISS menghadirkan konfigurasi tiga kamera 50 MP, terdiri dari kamera utama, telefoto, dan kamera depan.
Sementara itu, Poco X8 Pro dan X8 Pro Max dirancang untuk pengguna yang mengutamakan performa. Poco X8 Pro mengusung layar 6,59 inci Full HD+ 120 Hz dengan chipset MediaTek Dimensity 8500 Ultra dan baterai 6.500 mAh. Pengisian dayanya menjadi yang tercepat di daftar ini, yakni 100 watt.
Varian tertinggi, Poco X8 Pro Max, menawarkan layar AMOLED 6,83 inci 1,5K dengan kecerahan hingga 3.500 nit. Ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500S, RAM 12 GB, dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512 GB. Baterai silikon karbon 8.500 mAh menjadi pembeda utama dari seri standar.
Kehadiran ketujuh ponsel ini memberi opsi luas bagi konsumen Indonesia. Jika prioritas utama adalah daya tahan baterai, iQOO Z11 5G dengan kapasitas 9.020 mAh menjadi kandidat terkuat. Untuk penggemar fotografi, Vivo V70 dengan sentuhan optik ZEISS layak dipertimbangkan.
Adapun gamer yang menginginkan performa maksimal dan pengisian daya super cepat, Poco X8 Pro dengan charger 100 watt bisa menjadi pilihan tepat. Sementara Tecno Camon 50 Pro dan Infinix Note 60 Pro menawarkan paket lengkap layar lega, refresh rate tinggi, dan baterai besar di harga yang lebih terjangkau.
Dengan spesifikasi yang kian kompetitif di kelas menengah, konsumen tidak perlu merogoh kocek dalam untuk mendapatkan pengalaman visual setara flagship. Keputusan akhir tetap bergantung pada prioritas kebutuhan dan anggaran masing-masing.