MALUKU UTARA — Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, melalui kanal resmi Kementerian Luar Negeri AS. Rubio menyebut hubungan kedua negara sebagai kemitraan yang langgeng, berakar pada nilai demokrasi dan visi bersama atas kawasan Indo-Pasifik.
"Atas nama rakyat Amerika Serikat, saya menyampaikan ucapan selamat yang hangat pada peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-81," demikian bunyi pernyataan tertulis Marco Rubio yang diterima redaksi pada Senin pagi.
Rubio menegaskan bahwa AS dan Indonesia terikat oleh komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang demokratis. Ia juga menyoroti visi bersama kedua negara untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka sebagai fondasi utama hubungan bilateral.
Dalam pernyataannya, Rubio merinci sektor-sektor kunci yang menjadi tulang punggung Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara. Ia menyebut kerja sama tersebut mencerminkan kedalaman hubungan yang telah terbangun selama delapan dekade terakhir.
Lima sektor utama yang ditekankan meliputi pertahanan dan keamanan kawasan, perdagangan yang adil dan seimbang, serta kolaborasi di bidang energi dan teknologi. Rubio menilai penguatan di sektor-sektor ini akan mendorong stabilitas dan kemakmuran bersama di kawasan.
Di luar konteks diplomatik, pernyataan resmi Washington juga menyentuh sisi kemanusiaan. Pemerintah AS secara eksplisit menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah gempa bumi dahsyat yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Belasungkawa ini menjadi sinyal solidaritas internasional di tengah proses pemulihan yang tengah berlangsung di wilayah terdampak. Meski demikian, pernyataan resmi tersebut belum merinci bentuk bantuan konkret yang akan diberikan AS kepada korban bencana di NTT.
Ucapan selamat ini datang di tengah dinamika geopolitik kawasan yang semakin kompetitif. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan pemimpin ASEAN, posisi Indonesia dinilai strategis bagi kepentingan AS di Indo-Pasifik.
Kemitraan Strategis Komprehensif telah ditegaskan kembali dalam beberapa tahun terakhir melalui berbagai pertemuan tingkat tinggi. Pernyataan Rubio kali ini menegaskan kontinuitas kebijakan luar negeri AS yang konsisten menjadikan Indonesia sebagai mitra utama di Asia Tenggara, di tengah meningkatnya pengaruh China di kawasan.