MALUKU UTARA — Upacara penurunan Bendera Merah Putih berlangsung khidmat di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026). Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara, mengenakan beskap cokelat muda dengan kalung melati, dan tiba di mimbar kehormatan pukul 16.53 WIB.
Prosesi penurunan bendera dipercayakan kepada tiga anggota Paskibraka terbaik. Atanasius Meyllano Frans Yogar dari NTT bertugas sebagai Komandan Kelompok 8, Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari NTB menjadi pengerek, dan Mirza Rafi Navazani dari Kalimantan Barat bertindak sebagai pembentang bendera.
Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, ketiganya menjalankan tugas dengan sempurna. Setelah bendera diturunkan, tim Paskibraka berjalan menuju mimbar kehormatan untuk menyerahkan Bendera Merah Putih kepada Presiden Prabowo.
Saat prosesi serah terima itulah momen simbolis terjadi. Kepala Negara mencium Bendera Merah Putih yang dibawa oleh Neeltje Werimon sebelum bendera pusaka itu diletakkan dengan hati-hati ke dalam kotak kaca. Tindakan tersebut menjadi penghormatan terakhir dari seorang presiden kepada bendera pusaka di Istana Merdeka sebelum disimpan kembali.
Setelah ditempatkan dalam kotak kaca, Bendera Merah Putih bersama teks Proklamasi langsung dibawa dalam prosesi kirab. Keduanya diantar kembali ke Ruang Kemerdekaan di Monumen Nasional (Monas), tempat penyimpanan resmi benda-benda bersejarah kemerdekaan Indonesia.
Komandan Upacara, Jerrold Hendra Joseph Kumontey, melaporkan kesiapan upacara kepada Presiden Prabowo di awal jalannya acara. Jerrold merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003 yang kini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Balikpapan.
Upacara penurunan bendera ini merupakan rangkaian penutup dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Sebelumnya, upacara pengibaran bendera digelar pada pagi hari di lokasi yang sama dengan Presiden Prabowo juga bertindak sebagai inspektur upacara.
Bendera Merah Putih yang digunakan dalam upacara tersebut adalah bendera pusaka yang disimpan khusus di Monas dan hanya dikeluarkan pada momen-momen kenegaraan besar. Prosesi penurunan dan penyimpanan kembali ini menandai selesainya rangkaian acara puncak peringatan kemerdekaan tahun ini.