MALUKU UTARA — Mengenakan kebaya putih dengan rambut disanggul rapi, Ratna Sari Dewi tiba di lokasi upacara dan langsung menyaksikan langsung prosesi pengibaran bendera oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Namun di sela-sela peringatan detik-detik proklamasi, perhatiannya justru tertuju pada perubahan fisik kawasan Istana Kepresidenan yang dinilainya sangat signifikan.
Halaman Luas yang Kini Berganti Wajah
"Saya kaget sekali istananya sudah ganti banyak ya, ada gedung yang dulu tidak ada. Dulu antara Istana Negara dan Istana Merdeka ada halaman yang besar sekarang ada gedung," ucap Dewi Sukarno kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan.
Pernyataan tersebut menggambarkan transformasi besar tata ruang kompleks kepresidenan. Area yang pada era 1960-an dikenal sebagai lapangan luas yang membentang di antara dua bangunan bersejarah itu, kini telah berdiri bangunan-bangunan baru yang difungsikan untuk mendukung operasional pemerintahan.
Harapan di Usia Kemerdekaan ke-81
Di sela kekagumannya terhadap pembangunan fisik, perempuan yang akrab disapa Dewi Sukarno ini juga menyampaikan doa dan harapannya untuk bangsa Indonesia. "Selalu maju sekali," ucapnya singkat mengenai masa depan Indonesia.
Kehadiran Ratna Sari Dewi menambah daftar panjang tamu undangan khusus dalam peringatan HUT ke-81 RI. Selain dirinya, tampak hadir pula Soraya Hamzah Haz, istri dari Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz. Soraya terlihat mengenakan baju adat Minang yang kontras dengan kebaya putih yang dikenakan Dewi Sukarno.
Momen Reuni Tokoh Bangsa di Tengah Prosesi HUT
Upacara pengibaran bendera Sang Saka Merah Putih di halaman Istana Merdeka tahun ini menjadi saksi pertemuan lintas generasi tokoh bangsa. Kehadiran para istri mantan presiden dan wakil presiden ini menunjukkan kontinuitas sejarah yang masih terjaga di tengah derap pembangunan modern.
Penampilan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang kompak dengan busana merah turut mewarnai kemeriahan acara di Istana pada pagi hari itu. Momen kebersamaan antara generasi senior dan figur publik masa kini ini menjadi cermin bahwa peringatan kemerdekaan tetap menjadi milik seluruh lapisan masyarakat.
Prosesi upacara berjalan khidmat dengan pengibaran bendera oleh tim Paskibraka Nasional yang gagah. Momen sakral ini sekaligus menjadi penanda bahwa Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang ke-81 dengan semangat pembangunan yang terus berlanjut, baik secara fisik maupun non-fisik.