MALUKU UTARA — Insiden yang menimpa Theodorus Herutomo Theo ini bukan sekadar cerita mobil rusak. Ini alarm bagi calon pembeli EV di Indonesia: satu benturan kecil di jalan bisa berujung pada tagihan yang nilainya hampir seperempat harga mobil. Jaecoo J5 EV yang dibanderol Rp195,5 juta ini ternyata menyimpan risiko biaya perbaikan yang setara dengan harga satu unit mobil LCGC baru.
Perjalanan Theo menuju Semarang berubah mencekam ketika ia mendengar bunyi "pletak" dari kolong mobil. Tidak lama berselang, panel instrumen menampilkan ikon kura-kura hijau—sinyal bahwa sistem membatasi tenaga mobil secara paksa.
Setelah menghubungi customer service, Theo disarankan untuk mematikan mobil selama 30-60 menit. Ia menunggu 40 menit dan mobil kembali normal, cukup untuk melanjutkan perjalanan. Namun, keesokan harinya di Semarang, masalah yang sama muncul kembali saat mobil dinyalakan. Theo langsung membawanya ke bengkel resmi Jaecoo Semarang.