MALUKU UTARA — Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo memimpin langsung jalannya upacara. Ia menyebut ajang ini sebagai ajang silaturahmi antara generasi pengabdi lama dan anggota aktif di lingkungan Korps Bhayangkara.
Hari Juang Polri merujuk pada peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945. Saat itu, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia dan memilih berdiri bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan.
Peristiwa bersejarah itu menjadi dasar penetapan tanggal 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri. Peringatan tahun ini menjadi yang pertama dengan melibatkan kehadiran langsung para mantan pimpinan tertinggi Polri di tingkat pusat.
Dedi Prasetyo menegaskan bahwa semangat yang ditunjukkan para pendahulu tidak pernah pudar. Nilai keberanian, kesetiaan, dan pengabdian disebutnya terus diwariskan kepada seluruh anggota Polri di setiap zaman.
"Semangat keberanian, kesetiaan, dan pengabdian yang ditunjukkan para pendahulu tersebut menjadi nilai yang terus diwariskan dan diwujudkan Polri sesuai tantangan pada setiap zaman," kata Dedi, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Momen berkumpulnya para mantan Kapolri dan Wakapolri ini terjadi di sela-sela agenda kerja Polri yang tengah padat. Sebelumnya, Kapolri juga sempat menyampaikan instruksi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Dalam keterangan terpisah, Kapolri menegaskan akan mengusut tuntas kasus karhutla tersebut. Beberapa nama disebut telah ditangkap sebagai bagian dari proses penegakan hukum yang berjalan.
Selain isu karhutla, Polri juga tengah menyoroti kesiapan buruh menghadapi perubahan dunia kerja. Kapolri mengingatkan agar buruh terus memperkuat keterampilan demi menghadapi tantangan industri ke depan.
Adapun kegiatan Hari Juang Polri kali ini diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional antara sesama anggota Polri, baik yang masih aktif maupun yang telah purnatugas. Polri menyebut kehadiran para senior merupakan pengingat akan tugas pokok menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.