TERNATE — Ribuan pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Ternate menjalani latihan intensif di halaman Benteng Oranje Ternate. Latihan ini menjadi persiapan akhir sebelum mereka tampil di hadapan sekitar 1.000 peserta Rakernas XII JKPI yang dijadwalkan hadir dari berbagai kota di Indonesia.
Rizal Marsaoly menyebut pelibatan pelajar ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan Rakernas JKPI sekaligus memperkenalkan budaya dan sejarah Ternate kepada para tamu. "Sekitar 1.300 pelajar SD dan SMP kita libatkan. Mereka akan tampil mulai dari Soya-Soya hingga karnaval budaya," ujarnya.
Menurut Rizal, keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini bukan hanya untuk memeriahkan acara. Momen ini juga dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap budaya lokal Ternate.
Ia menambahkan, latihan akan terus dimatangkan agar seluruh peserta siap tampil saat rangkaian kegiatan berlangsung. Penampilan para pelajar diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Rakernas JKPI.
Pemilihan Benteng Oranje sebagai lokasi latihan bukan tanpa alasan. Benteng peninggalan kolonial ini menjadi saksi bisu kejayaan rempah Ternate dan kini menjadi salah satu ikon kota pusaka yang akan diperkenalkan kepada delegasi nasional.
Latihan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Kepala Bappelitbangda, para kepala sekolah, guru, serta orang tua siswa. Kehadiran para orang tua menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mengangkat kebudayaan lokal ini.
Rakernas XII JKPI dijadwalkan berlangsung di Kota Ternate pada 26-30 Agustus 2026. Selain agenda rapat kerja, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan budaya dan pariwisata sebagai bagian dari upaya memperkenalkan Ternate sebagai kota pusaka dan salah satu episentrum sejarah rempah dunia.
Rizal berharap penampilan para pelajar dapat menunjukkan kekayaan budaya Ternate kepada para tamu dan delegasi. Dengan persiapan yang matang, ia optimistis rangkaian acara akan berjalan sukses dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.