Pemerintah Kota Ternate memastikan kesiapan venue dan fasilitas pendukung jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dijadwalkan berlangsung 26–30 Agustus 2026. Wakil Wali Kota Ternate Nasri Abubakar bersama Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal serta jajaran OPD terkait memantau langsung sejumlah lokasi, termasuk Hotel Sahid Bela Ternate dan Landmark Ternate, pada Jumat (21/8).
TERNATE — Sepekan jelang pembukaan, Pemkot Ternate bersama panitia pusat JKPI menggelar inspeksi mendadak ke sejumlah titik vital penyelenggaraan Rakernas. Fokus utama pemantauan meliputi kesiapan akomodasi tamu VVIP dan venue agenda inti, seperti serah terima pataka serta pagelaran budaya.
Pantauan langsung dilakukan untuk memastikan tidak ada celah teknis yang mengganggu kelancaran acara. Hasilnya, secara umum persiapan dinilai sudah hampir rampung, namun masih ada pekerjaan penyempurnaan yang harus dikebut dalam sisa waktu yang ada.
Kamar Menteri dan Pejabat Tinggi Jadi Prioritas Pengecekan
Rombongan memulai pemantauan di Hotel Sahid Bela Ternate yang disiapkan sebagai tempat menginap para kepala daerah dan tamu penting. Wakil Wali Kota Nasri Abubakar menegaskan, pengecekan dilakukan hingga ke detail kamar yang akan digunakan para menteri, wakil menteri, dan pejabat tinggi lainnya.
"Alhamdulillah setelah dari pemantauan tadi, dapat dijelaskan bahwa persiapan cukup baik. Sudah melakukan pemeriksaan di kamar-kamar hotel dan sebagainya, alhamdulillah semuanya cukup baik," ujar Nasri dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).
Landmark Ternate: Toilet dan Polesan Akhir Jadi Catatan
Usai memeriksa hotel, rombongan bergeser ke Landmark Ternate. Lokasi ikonik ini bakal menjadi pusat agenda seremonial, termasuk penyerahan pataka dan pagelaran budaya yang melibatkan tim dari Bandung.
Direktur Eksekutif JKPI Nanang Asfarinal menyebutkan, kesiapan Landmark secara keseluruhan sudah memasuki tahap akhir. Namun, ia menyoroti sejumlah fasilitas penunjang yang masih membutuhkan perbaikan, salah satunya toilet yang dinilai krusial mengingat lokasi ini akan dikunjungi banyak peserta.
"Pada intinya semua sudah oke, tinggal poles-polesan mungkin sekitar 5 sampai 10 persen lagi. Kalau itu sudah dibereskan, semuanya saya rasa sudah aman," kata Nanang.
Wakil Wali Kota Nasri menambahkan, masih ada pekerjaan yang harus segera dituntaskan oleh instansi terkait dan OPD. "Masih ada beberapa hal yang nanti sisa waktu yang ada ini dari instansi terkait, OPD, untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan yang sisa. Mudah-mudahan pada hari H semuanya sudah rapi," katanya.
Gladi Resik dan Target Penyempurnaan Sebelum H-Hari
Nanang mengungkapkan, tim dari Bandung akan berkoordinasi dengan panitia lokal untuk melakukan gladi resik. Langkah ini untuk memastikan rangkaian acara penyerahan pataka dan pagelaran budaya berjalan sesuai konsep yang telah disusun.
Pemkot Ternate meminta seluruh OPD memanfaatkan waktu yang tersisa secara maksimal. Targetnya, seluruh venue dan fasilitas pendukung berada dalam kondisi prima saat Rakernas JKPI resmi dimulai pada 26 Agustus mendatang. Sejumlah kepala daerah dari berbagai kota anggota JKPI dijadwalkan hadir dalam agenda nasional tersebut.