Taman Kota Daruba Morotai Jadi Ruang Berjumpa Warga, Pedagang Kantongi Rp150 Ribu per Malam

Penulis: Yasir  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:02:01 WIB
Warga menikmati suasana malam di Taman Kota Daruba, Morotai.

MOROTAI — Aktivitas malam di Taman Kota Daruba tidak lepas dari deretan sepeda motor yang terparkir di sisi kawasan. Sejumlah pedagang masih melayani pembeli, sementara anak-anak muda berkumpul bersama teman dan keluarga menikmati waktu di ruang terbuka. Di antara lapak-lapak itu, Iqiu tetap melayani pelanggan di kedai Bocor Coffee.

Sudah dua tahun Iqiu menjalankan usaha minuman di kawasan tersebut. Ia menawarkan kopi, cokelat, dan teh yang disajikan panas maupun dingin, dengan harga Rp10 ribu hingga Rp18 ribu per gelas.

Penghasilan Bergantung Keramaian Pengunjung

Bagi Iqiu, penjualan setiap malam sangat bergantung pada jumlah pengunjung yang datang ke taman. "Penghasilan itu tergantung keramaian. Per malam bisa untung Rp100 ribu sampai Rp150 ribu," ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Ia mengaku menetapkan harga dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat. "Karena saya menjual ini dengan harga merakyat, mengikuti kondisi ekonomi masyarakat," tuturnya.

Keramaian Taman Kota Daruba bukan sekadar pemandangan malam bagi Iqiu. Aktivitas warga di kawasan tersebut turut membuka peluang bagi usahanya untuk memperoleh penghasilan.

Harapan Pedagang: Event Lebih Sering dan Toilet Umum

Iqiu berharap pemerintah daerah lebih sering menggelar kegiatan di taman agar semakin banyak masyarakat yang datang. Ketersediaan fasilitas umum juga menjadi perhatiannya, terutama toilet yang dapat digunakan pengunjung.

"Kami berharap agar diperbanyak event di Taman Kota Daruba, kemudian disediakan WC umum," kata Iqiu.

Ia juga menyinggung kontribusi yang dibayarkan pedagang kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) sebesar Rp5.000. Menurutnya, kontribusi itu dibayarkan hampir setiap malam.

"Padahal kita hampir tiap malam bayar uang kontribusi ke Perindagkop Rp5.000. Untuk fasilitas publik daerah," ujarnya.

Lokasi di Pusat Kota Jadi Alasan Warga Bersantai

Taman Kota Daruba memiliki arti tersendiri bagi warga yang datang untuk bersantai. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat kawasan ini mudah dijangkau, baik untuk sekadar membeli minuman maupun menghabiskan waktu bersama orang terdekat.

Yasir, salah satu pengunjung, mengatakan kedekatan lokasi menjadi alasan taman tersebut kerap dipilih masyarakat sebagai tempat bersantai. "Yang pertama itu, kalau di Morotai, Taman Kota menjadi sasaran tempat santai karena jarak dekat di dalam pusat kota," kata Yasir.

Menurut dia, harga minuman yang terjangkau turut menjadi daya tarik, termasuk kopi yang dijual di kedai Bocor Coffee. Suasana taman juga membuatnya nyaman untuk menghabiskan waktu di luar rumah.

"Kemudian harga kopinya terjangkau karena lebih murah, apalagi di kedai Bocor Coffee. Terus, Taman Kota juga jadi tempat ternyaman," ujarnya.

Yasir mengaku lebih banyak menghabiskan waktu di kawasan itu bersama keluarga. Sesekali, ia juga datang untuk berkumpul dengan teman-temannya.

"Saya lebih banyak menghabiskan waktu di sini dengan keluarga dan kadang juga dengan teman-teman," tuturnya.

Dua Sisi Kehidupan Bertemu di Satu Tempat

Pengalaman Iqiu dan Yasir memperlihatkan dua sisi kehidupan yang bertemu di satu tempat. Bagi pedagang, keramaian menjadi peluang mencari penghasilan. Sementara bagi pengunjung, taman menawarkan ruang untuk beristirahat, bersosialisasi, dan menikmati kebersamaan.

Kenyamanan fasilitas publik tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan. Penerangan, kebersihan, toilet umum, bangku, serta akses pedestrian menjadi bagian penting agar masyarakat dapat menggunakan kawasan itu dengan aman dan nyaman.

Di antara lapak minuman, kendaraan yang terparkir, dan percakapan pengunjung, taman menjadi ruang tempat berbagai kepentingan bertemu.

Reporter: Yasir
Sumber: cermat.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top