SOFIFI — Realisasi belanja IWIP kepada UMKM pada Kuartal II 2026 mencapai Rp1,1 triliun. Sebanyak 77,6 persen di antaranya direalisasikan di wilayah Maluku Utara, membuka ruang besar bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke rantai pasok kawasan industri.
Suhendra, pemilik CV Satu Tiga Berjaya, adalah satu di antara yang memanfaatkan peluang itu. Usahanya bermula dari berjualan ayam frozen seorang diri, sebelum akhirnya dipercaya memasok kebutuhan pangan kawasan.
Jalan Suhendra tidak lurus. Pada 2018, ia bangkrut dari bisnis yang dijalankannya dan harus membangun ulang usaha dari skala kecil.
Titik balik datang tiga tahun kemudian. "Tahun 2021, saat IWIP sedang membutuhkan pemasok bahan pangan untuk operasional kawasan, saya mendapat kesempatan untuk menawarkan produk yang kami miliki. Dari situlah kemudian saya mendirikan CV Satu Tiga Berjaya dan menjadi mitra industri," ujar Suhendra, melalui rilis yang dikirim ke media, Senin, 19 Oktober 2026.
Sejak itu, lini produknya melebar. Bukan lagi hanya ayam frozen, CV Satu Tiga Berjaya kini memasok frozen food, daging, hingga seafood untuk kebutuhan operasional kawasan industri.
Volume pasokan yang terus naik menuntut tambahan tenaga kerja. CV Satu Tiga Berjaya kini mempekerjakan 34 orang yang berasal dari Ternate, Sanana, Jailolo, Makean, Weda, dan sejumlah desa lain di Maluku Utara.
Suhendra juga mulai menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha dari berbagai desa di provinsi itu. "Harapan saya, ke depan semakin banyak UMKM dan mitra usaha lainnya yang mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan saling mendukung," katanya.
General Manager External Relations IWIP Yudhi Santoso menyebut pertumbuhan kawasan industri berjalan beriringan dengan tumbuhnya ekosistem UMKM lokal. "Industri tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada banyak kebutuhan dan peluang yang dapat melibatkan pelaku usaha lokal. Kami ingin keterlibatan UMKM lokal terus berkembang sehingga manfaat dari aktivitas industri dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di Maluku Utara," ujar Yudhi.
Atas kontribusinya, CV Satu Tiga Berjaya menerima Best Local Community Impact Award dari IWIP. Penghargaan diserahkan dalam momentum Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional dalam rangka Penanaman Modal pada 1 September 2026.
Bagi Suhendra, perjalanan dari usaha perorangan ke mitra industri membuktikan satu hal: kesempatan kecil bisa menjadi pintu bagi usaha lokal untuk melangkah lebih jauh. IWIP berharap semakin banyak pelaku UMKM Maluku Utara yang memperoleh kesempatan serupa untuk memperluas usaha dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.