MALUKU UTARA — Afrika Selatan memotong pajak bahan bakar umum sebesar 3 rand (0,18 dollar AS) per liter solar dan 1,50 rand per liter bensin untuk meredam harga BBM yang menembus rekor pada Rabu (21/10). Pemotongan berlaku 4 November hingga 1 Desember 2026 dan menelan biaya 10 miliar rand (611 juta dollar AS) dari pendapatan negara. Bensin di negara itu kini menyentuh 30 rand per liter.
Menteri Keuangan Afrika Selatan Enoch Godongwana mengumumkan pemotongan pajak bahan bakar umum dalam pidato anggaran tengah tahun. Kebijakan fiskal itu diarahkan menahan lonjakan biaya hidup yang menghantam rumah tangga berpenghasilan rendah.
Afrika Selatan mengimpor sebagian besar kebutuhan bahan bakarnya. Fluktuasi harga dan gangguan pasokan global memukul negara itu lebih keras dibanding produsen minyak domestik.
Selat Hormuz Ditutup, Harga BBM Melonjak
Pemicu lonjakan datang dari sisi pasokan. Perang AS-Israel melawan Iran disertai penutupan Selat Hormuz mengguncang pasar energi global, memaksa harga bensin Afrika Selatan menembus 30 rand per liter pada Oktober 2026.
Solar ikut melewati level tersebut. Harga parafin juga naik, menekan rumah tangga miskin yang memakai bahan bakar itu untuk memasak dan pemanasan.
Pemotongan pajak berlaku 4 November sampai 1 Desember 2026. Godongwana menyebut pemotongan lebih kecil akan diterapkan pada 2027.
10 Miliar Rand Ditutup dari Dana Energi Pusat
Kebijakan ini menggerus penerimaan negara 10 miliar rand atau setara 611 juta dollar AS. Pemerintah menambal defisit itu lewat pengembalian dana yang ditransfer ke Dana Energi Pusat milik negara, lembaga yang menopang keamanan energi Afrika Selatan.
Bantuan fiskal pada Rabu (21/10) mengulang langkah serupa pada Maret 2026. Pemerintah mengejar waktu sebelum pemilihan pemerintah daerah bulan depan.
"Meskipun ada volatilitas global, Afrika Selatan mampu menghadapi badai jauh lebih baik daripada rekan-rekannya karena kami telah mampu secara konsisten mengambil keputusan sulit selama lima tahun terakhir yang telah membangun cadangan fiskal kami dan memperkuat ketahanan kami," kata Godongwana.
Penerimaan Pajak Naik, Proyeksi Pertumbuhan Turun
Setoran pajak korporasi, dividen, dan pajak pertambahan nilai menaikkan proyeksi pendapatan negara. Perbaikan itu sebagian besar bersumber dari harga komoditas yang lebih tinggi dan diperkirakan memudar dalam jangka menengah.
Prospek pertumbuhan justru melemah. Ekonomi Afrika Selatan kini diproyeksikan tumbuh 1,2 persen pada 2026, turun dari 1,6 persen yang diperkirakan pada Februari 2026.
Angka pertumbuhan diperkirakan naik ke 1,6 persen pada 2027 dan dua persen pada 2029. Utang publik diprediksi stabil di 78,4 persen dari PDB pada 2025/2026, jeda pertama dalam hampir dua dekade.
Bagi konsumen Afrika Selatan, potongan 1,50 rand per liter bensin dan 3 rand per liter solar hanya berlaku dua bulan. Setelah 1 Desember, harga kembali mengikuti pajak normal kecuali pemerintah memperpanjang kebijakan.