MALUKU UTARA — Aktor senior Yadi Timo meninggal dunia pada Jumat (16/10) di usia 66 tahun, dengan sang putri, Fatimah Zahra Harristara, mengungkap bahwa ayahnya berpulang setelah mengalami sesak napas. Jenazah Yadi dimakamkan di TPU Dreded, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada hari yang sama. Kabar duka ini disampaikan Fatimah melalui unggahan media sosial sehari setelah kepergian sang ayah.
Fatimah Zahra Harristara menyampaikan kabar duka tersebut lewat unggahan di media sosial pada Sabtu (17/10). Dalam unggahan itu, ia mengenang Yadi Timo sebagai sosok pahlawan dalam hidupnya dan menyebut banyak pihak yang turut kehilangan.
Fatimah menceritakan percakapan terakhirnya dengan sang ayah. Kala itu, Yadi berpesan agar dirinya belajar mandiri dan mampu melakukan segala hal sendiri.
"Kemarin pas Bapak kerja dan ninggalin aku sendirian, Bapak bilang, emang sudah seharusnya aku mandiri dan bisa sendiri ngelakuin semua hal. Terus ternyata, dua hari kemudian, Bapak sudah ninggalin aku," tulis Fatimah dalam unggahannya.
Ia juga menuliskan harapan agar sang ayah tenang di sana dan tidak lagi merasakan sakit. Fatimah berjanji akan membuktikan bahwa dirinya bisa mandiri tanpa Yadi, sekaligus meminta maaf atas segala kesalahan.
"Kangen dipanggil Mblee lagi. Maafin semuanya, tapi masih terasa berat. Aku enggak bohong, aku janji jagain Mamah. ILYSM," tulisnya.
Sahabat Yadi, Denpus, mengungkap bahwa aktor tersebut sempat berkumpul bersama teman-temannya di salah satu kantor rumah produksi hingga sekitar pukul 22.30 WIB pada malam sebelum meninggal dunia. Sepulang dari pertemuan itu, Yadi disebut mengalami serangan jantung di rumah.
"Beliau pulangnya jam 10.30 [malam] katanya, terus di rumah kena serangan jantung. Dibawa ke rumah sakit, kata dokter di perjalanan sudah sudah enggak ada," ujar Denpus seperti diberitakan detikHot, Sabtu (17/10).
Yadi Timo dikenal luas lewat peran-peran antagonis, licik, hingga ayah yang menderita. Namanya tercatat dalam sejumlah film seperti Petualangan Sherina, Banyu Biru, Petualangan 100 Jam, Brownies, dan Marley (2022).
Sepanjang 2019 hingga 2022, ia nyaris tak pernah absen membintangi sinetron kejar tayang, mulai dari Orang Ketiga, Buku Harian Seorang Istri, Dewi Rindu, hingga Karena Aku Sayang. Eksistensinya berlanjut saat ia bergabung dalam jajaran pemain sinetron hit Ikatan Cinta sebagai Amran pada 2023.
Karya terakhirnya terekam lewat peran sebagai Kusno Hermansyah dalam sinetron Ketika Cinta Memanggilmu yang tayang pada 2025.