TERNATE — Kondisi taman di pusat Kota Ternate terlihat berbeda dari biasanya. Bunga-bunga di Taman Pantai Falajawa mengering akibat kemarau panjang yang turut memicu kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
Pengamatan di lokasi pada Kamis (22/10/2026) menunjukkan petugas kebersihan DLH Kota Ternate tengah memangkas dan mengumpulkan sisa tanaman yang layu. Pekerjaan itu dilakukan di area taman yang biasa jadi ruang terbuka warga Muhajirin dan sekitarnya.
Seorang petugas kebersihan DLH Kota Ternate, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, menyebut pembersihan dilakukan agar taman tidak tampak gersang.
"Bunga di taman yang sudah kering kami bersihkan. Nanti kalau sudah musim hujan akan ditanam lagi sehingga taman Pantai Falajawa ini terlihat indah," ujarnya.
Kemarau tahun ini tidak hanya berdampak pada tanaman hias. Maluku Utara dan beberapa provinsi tetangga di wilayah timur Indonesia dilaporkan dilanda polusi udara akibat kabut asap karhutla.
Di Kota Ternate, kabut asap terlihat menyelimuti langit bersamaan dengan mengeringnya bunga di sejumlah taman kota. Kondisi ini membuat aktivitas luar ruang warga berkurang, terutama pada pagi hari ketika asap paling pekat.
DLH Kota Ternate belum merinci berapa luas taman yang terdampak atau berapa banyak tanaman yang harus diganti. Pihaknya memprioritaskan pembersihan tanaman mati lebih dulu.
Setelah Taman Pantai Falajawa, petugas akan menyisir taman-taman lain di pusat kota. Pemeriksaan dilakukan untuk mendata bunga yang mengering dan langsung dibersihkan.
"Usai membersihkan Taman Pantai Falajawa, kami akan melanjutkan ke beberapa taman di pusat kota. Untuk memeriksa jika ada bunga yang sudah mengering akan dibersihkan," kata petugas tersebut.
Penanaman ulang bergantung pada datangnya hujan. Tanpa pasokan air yang cukup, bibit baru berisiko mati lagi di tengah kemarau.
Taman Pantai Falajawa selama ini jadi salah satu ruang publik favorit warga Ternate untuk bersantai sore hari. Area ini juga kerap dipakai untuk kegiatan komunitas dan olahraga ringan.
Sejumlah warga berharap pembersihan tidak berhenti pada pengangkutan tanaman mati. Mereka ingin ada penyiraman rutin dan pemilihan jenis tanaman yang lebih tahan kekeringan.
Hingga berita ini ditulis, DLH Kota Ternate belum memberikan keterangan resmi soal anggaran penggantian tanaman maupun jadwal penanaman ulang. Pembersihan taman masih berlangsung bertahap mengikuti kondisi cuaca setempat.