TOBELO — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Waspada pada tiga gunung api di Maluku Utara secara bersamaan. Berdasarkan data terbaru pada Sabtu (9/5/2026), ketiga gunung tersebut adalah Gunung Dukono di Halmahera Utara, Gunung Ibu di Halmahera Barat, dan Gunung Gamalama di Kota Ternate.
Kondisi paling mencolok terjadi pada Gunung Dukono yang dilaporkan mengalami erupsi besar pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT. Kolom abu teramati berwarna putih hingga hitam pekat dengan intensitas tebal yang membubung tinggi ke angkasa.
Erupsi Dukono: Kolom Abu Hitam Membubung 10.000 Meter
Letusan Gunung Dukono kali ini tercatat memiliki ketinggian kolom abu yang cukup ekstrem. PVMBG melaporkan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 10.000 meter atau 10 kilometer di atas puncak gunung, yang berarti berada pada ketinggian 11.087 meter di atas permukaan laut.
"Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT. Tinggi kolom letusan teramati ± 10000 m di atas puncak (± 11087 m di atas permukaan laut)," tulis PVMBG dalam keterangan resminya.
Hingga Sabtu (9/5/2026), gunung yang terletak di Kabupaten Halmahera Utara ini masih bertahan pada Level II (Waspada). Petugas terus memantau potensi sebaran abu vulkanik yang dapat berdampak pada aktivitas penerbangan maupun kesehatan warga di sekitar lereng gunung.
Kondisi Gunung Ibu: Tercatat 115 Kali Gempa Letusan dalam Sehari
Selain Dukono, Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat juga menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi. Dalam periode pengamatan Sabtu (9/5/2026) pukul 00.00 hingga 24.00 WIT, alat pemantau merekam terjadinya 115 kali gempa erupsi atau letusan.
Data kegempaan menunjukkan adanya tekanan magma yang signifikan di dekat permukaan. Tercatat ada 165 kali gempa vulkanik dangkal dan 103 kali gempa frekuensi rendah (low frequency) yang menandakan pergerakan fluida di dalam tubuh gunung setinggi 1.325 mdpl tersebut.
Meskipun asap kawah utama hanya teramati setinggi 100-200 meter dengan warna putih intensitas sedang, banyaknya jumlah gempa letusan dan gempa harmonik sebanyak 19 kali mengonfirmasi bahwa status Waspada masih sangat relevan untuk Gunung Ibu.
Gunung Gamalama di Ternate Didominasi Gempa Tektonik
Sementara itu, Gunung Gamalama yang berada di jantung Kota Ternate terpantau dalam kondisi yang relatif lebih tenang dibandingkan dua gunung lainnya. Pada periode pengamatan yang sama, asap dari kawah utama tidak teramati karena puncak gunung sering tertutup kabut tebal.
Aktivitas kegempaan di Gamalama saat ini didominasi oleh faktor eksternal, yakni 2 kali gempa tektonik lokal dan 10 kali gempa tektonik jauh. Belum ditemukan adanya tanda-tanda gempa yang berasal langsung dari aktivitas magma di dalam tubuh gunung.
Walaupun tidak ada aktivitas vulkanik yang menonjol secara visual, PVMBG tetap mempertahankan status Level II (Waspada) untuk Gamalama. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada mengingat Maluku Utara berada dalam zona Cincin Api Pasifik yang memiliki aktivitas geologi sangat tinggi.