Pencarian

Polres Halmahera Utara Periksa Pemandu Terkait Tewasnya Dua WNA di Dukono

Sabtu, 09 Mei 2026 • 15:55:24 WIB
Polres Halmahera Utara Periksa Pemandu Terkait Tewasnya Dua WNA di Dukono
Penyidik Polres Halmahera Utara memeriksa pemandu terkait tewasnya dua WNA di Gunung Api Dukono.

TOBELO — Satreskrim Polres Halmahera Utara melakukan pemeriksaan intensif terhadap Reza, pemandu yang membawa rombongan pendaki ke puncak Gunung Api Dukono saat terjadi erupsi maut baru-baru ini. Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah terkena hantaman material vulkanik di kawasan kawah.

Kesaksian Pemandu: Korban Tertimpa Batu Besar dan Panas

Dalam proses pemeriksaan oleh penyidik, Reza memberikan keterangan mengenai detik-detik mencekam di puncak gunung. Ia mengaku berada di lokasi saat material pijar terlontar dari kawah dan menghantam para pendaki yang dibawanya secara mendadak.

“Saya melihat mereka berdua tertimpa batu besar. Kalau Enjel, saya sudah tidak perhatikan,” ujar Reza saat diperiksa penyidik.

Reza menjelaskan bahwa ukuran batu yang mengenai korban sangat besar dan dalam kondisi panas membara karena baru saja terlontar dari perut bumi. Meski tidak sempat melakukan pengecekan medis secara langsung, ia meyakini para korban tidak selamat dari hantaman material tersebut.

“Batunya besar sekali, Pak. Walaupun saya tidak mengecek denyut nadi, saya yakin 100 persen mereka meninggal, karena saya berdiri tepat di depan korban,” katanya.

Polisi Dalami Unsur Kelalaian dan Pelanggaran Radius Bahaya

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menegaskan bahwa pihaknya sedang mendalami motif pemandu yang nekat membawa wisatawan ke zona berbahaya. Gunung Dukono saat ini berstatus Waspada dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius empat kilometer dari kawah aktif.

Pihak kepolisian menduga ada unsur kesengajaan dalam mengarahkan rombongan mendekati titik erupsi meskipun peringatan keamanan telah dikeluarkan otoritas terkait. Jika bukti-bukti terpenuhi, Reza terancam jeratan pidana akibat kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

“Kami masih mendalami kasus ini. Jika terbukti terdapat unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, maka pemandu dapat dijerat pidana. Saat ini proses penyelidikan masih berlangsung,” tegas Erlichson.

Identitas Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono

Berdasarkan data kepolisian, dua korban meninggal dunia merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura. Mereka adalah Heng Wen Qiang Timothy yang berusia 30 tahun dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid berusia 27 tahun.

Satu korban lainnya merupakan warga negara Indonesia bernama Enjel. Berbeda dengan dua WNA Singapura yang disaksikan langsung oleh Reza saat tertimpa batu, keberadaan Enjel hingga kini masih belum diketahui secara pasti oleh sang pemandu.

Saat erupsi berlangsung, Reza sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung di balik batu besar untuk menghindari material vulkanik yang beterbangan dari kawah. Setelah situasi sedikit mereda dan pendaki lain berlari turun, ia sempat lari kembali ke arah puncak untuk melihat kondisi korban sebelum akhirnya ikut mengevakuasi diri.

Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks