Pencarian

Peneliti Unkhair Uji Coba Domestikasi Kepiting Kenari di Gemia, Halmahera Tengah demi Cegah Kepunahan

Senin, 18 Mei 2026 • 11:20:50 WIB
Peneliti Unkhair Uji Coba Domestikasi Kepiting Kenari di Gemia, Halmahera Tengah demi Cegah Kepunahan
Peneliti Unkhair melakukan uji coba domestikasi kepiting kenari di Desa Gemia, Halmahera Tengah.

HALMAHERA TENGAH — Kepiting kenari yang selama ini hanya diandalkan dari hasil tangkapan alam mulai langka ditemukan di sejumlah pesisir Maluku Utara. Untuk menjaga keberlanjutannya, peneliti Fakultas Perikanan Universitas Khairun (Unkhair) Ternate menerapkan model budidaya menggunakan wadah terkontrol yang disebut Birgus Tera Box.

Ketua tim peneliti, Dr. Mufti Abdul Murhum, mengatakan rekayasa pakan buatan dan pemijahan buatan menjadi kunci dalam proses domestikasi ini. Tujuannya, benih kepiting kenari bisa tumbuh hingga dewasa di lingkungan buatan, bukan lagi mengandalkan alam.

“Kita berdayakan mereka dengan Kelompok Penangkar Kepiting Kelapa (B.latro),” kata Mufti, Minggu (17/5/2026).

Mengapa Desa Gemia Dipilih?

Desa Gemia di Patani Utara merupakan salah satu kantong tangkapan kepiting kenari di Halmahera Tengah. Selama ini, masyarakat setempat menggantungkan hidup pada hasil tangkapan langsung dari hutan dan pesisir. Tanpa intervensi, populasi kepiting raksasa ini—yang juga dikenal sebagai ketam kelapa—terus menurun.

Tim peneliti menilai potensi sumber daya perikanan ini ada di hampir semua pulau di Maluku Utara. Namun, eksploitasi tanpa budidaya membuat spesies ini masuk dalam kategori rentan. Program domestikasi menjadi solusi agar produksi tetap berjalan tanpa merusak alam.

Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat

Program ini didanai oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) melalui skema Bima tahun 2026. Selain Mufti, tim peneliti juga melibatkan Dr. Waode Munaeni dan Dr. Aqshan S. Nurdin sebagai anggota.

Mufti menjelaskan, kegiatan diawali dengan sosialisasi, koordinasi, dan pelatihan penguatan kapasitas mitra. Pemerintah Desa Gemia, tokoh masyarakat, serta ketua dan anggota kelompok penangkar turut hadir dalam tahap awal ini.

“Tujuan dan target kegiatan ini adalah berdayanya kelompok penangkaran dengan Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan produksi, pendapatan dan keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Pendampingan Teknis hingga Desember 2026

Setelah sosialisasi, tim akan melanjutkan dengan pendampingan teknis budidaya dan manajemen usaha. Proses ini dijadwalkan berlangsung dari Mei hingga Desember 2026. Kelompok penangkar akan diajarkan cara merawat benih, menyiapkan pakan buatan, hingga memasarkan hasil panen.

Jika berhasil, model penangkaran di Gemia bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Maluku Utara yang memiliki potensi kepiting kenari serupa. Ini sekaligus menjadi langkah nyata menjaga keseimbangan antara ekonomi warga dan kelestarian alam.

Bagikan
Sumber: kabarpulau.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks