MALUKU UTARA — Gelar juara dipastikan setelah City gagal memanfaatkan peluang memperkecil jarak poin. Tertinggal lima angka dari Arsenal sebelum laga, tim asuhan Pep Guardiola hanya mampu bermain imbang di Vitality Stadium. Hasil imbang itu membuat selisih poin tetap empat dengan satu laga tersisa, mengakhiri perlawanan City secara matematis.
Gol Penyelamat Haaland Tak Cukup, City Gagal Bendung Tekanan
Bournemouth unggul lebih dulu lewat gol Eli Junior Kroupi yang memastikan timnya lolos ke kompetisi Eropa musim depan. City baru bisa menyamakan kedudukan melalui gol Erling Haaland di masa injury time. Namun, gol tersebut hanya mampu memperpanjang napas tipis, bukan memperpanjang persaingan gelar.
Mikel Arteta, yang kini memasuki musim penuh ketujuh di Emirates Stadium, berhasil membangun kembali fondasi klub. Arsenal sebelumnya tiga kali berturut-turut finis sebagai runner-up sebelum akhirnya pecah telur musim ini.
Puncak Emosi Declan Rice: Klub Ini Layak Dapat Hal Baik
Gelandang Arsenal, Declan Rice, mengakui perjalanan musim ini penuh gejolak. “Kami tahu dari dalam bahwa kami punya keyakinan dan masih bisa memenangkannya,” kata Rice merujuk pada kekalahan dari City di Etihad bulan lalu. “Tapi ini emosional karena melihat dari mana klub ini berasal selama 10 tahun terakhir – naik turunnya.”
“Saya tidak di sini sebelumnya, tapi saya tahu tentang itu, saya mendengarnya, dan menjadi bagian dari apa yang terjadi sekarang sangatlah istimewa. Klub ini layak mendapatkan hal-hal yang benar-benar baik dan kami telah bekerja keras untuk itu,” tambahnya.
Fakta Singkat: Perjalanan Arsenal Musim 2025/2026
- Gelar Premier League ke-14, terbanyak ketiga dalam sejarah sepak bola Inggris.
- Puasa gelar liga selama 22 tahun sejak era 'The Invincibles' di bawah Arsene Wenger (2003/2004).
- Empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan setelah kekalahan dari Man City di Etihad bulan lalu.
- Peluang meraih double: final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Budapest, Sabtu pekan depan.
Guardiola Tinggalkan Warisan, City Kehilangan Momentum Krusial
Kegagalan City mempertahankan gelar terjadi di tengah rencana kepergian Pep Guardiola pada akhir musim. Mantan bek City, Micah Richards, melontarkan kritik tajam. “Selamat untuk Arsenal, tapi untuk City, kami hanya berharap sedikit lebih banyak,” ujarnya. “Saat semuanya ada di tangan mereka, mereka tidak bisa menyelesaikannya. Ini hari yang buruk.”
Arsenal akan menjalani laga terakhir Premier League melawan Crystal Palace di London sebagai juara. Fokus kini beralih ke final Liga Champions melawan PSG, di mana Arteta berpeluang membawa pulang trofi Si Kuping Besar untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.