MALUKU UTARA — Dalam pernyataan yang dikutip media Spanyol, Olmo menegaskan bahwa meminta maaf sambil mencari pembenaran sama saja dengan tidak menyesal. "Seseorang yang mengatakan meminta maaf tetapi membenarkan tindakannya dengan mengatakan pukulan itu respons atas ucapan saya, berarti sebenarnya dia tidak menyesal karena dia berbohong. Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya," ujar Olmo.
Insiden Dorongan di Tengah Perayaan Spanyol
Rekaman televisi memperlihatkan Ayala mendorong bagian leher Olmo saat Spanyol merayakan kemenangan di final Piala Dunia 2026. Beberapa hari kemudian, asisten pelatih Argentina itu menyampaikan permintaan maaf sambil menyebut tindakannya dipicu oleh ucapan Olmo. Klaim tersebut langsung dibantah keras oleh pemain Barcelona tersebut.
"Dia tidak perlu meminta maaf karena saya tidak mengatakan apa pun. Yang benar-benar menunjukkan jati diri seseorang bukanlah kesalahannya, melainkan keberanian untuk mengakuinya dengan rendah hati, jujur, dan penuh martabat," tegas Olmo.
Olmo Kritik Maaf yang Dibumbui Tuduhan
Bagi Olmo, permintaan maaf Ayala kehilangan makna karena masih disertai upaya menyalahkan orang lain. Ia menilai seorang yang benar-benar menyesal tidak akan mencari kambing hitam. Pernyataan ini muncul setelah FIFA mengkonfirmasi penyelidikan disipliner terhadap kericuhan pasca laga.
Pesan untuk Generasi Muda: Sportivitas di Atas Kemenangan
Lebih dari sekadar insiden, Olmo menyoroti tanggung jawab pemain sepak bola sebagai panutan. "Ketika anak-anak saya, keluarga, dan semua pendukung menyaksikan pertandingan itu, saya ingin mereka bangga terhadap cara kami bertanding, cara kami menang, dan yang terpenting terhadap perilaku kami," kata Olmo.
Ia berharap sikap para pemain di lapangan selalu mencerminkan sportivitas dan rasa hormat. Kemenangan, menurutnya, tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi dari bagaimana sebuah tim bersikap setelah laga berakhir.