TERNATE — Aplikasi SPMB online untuk SMA, SMK, dan SLB di Maluku Utara resmi beroperasi mulai tahun ajaran 2026/2027. Peluncuran yang dirangkaikan dengan uji coba aplikasi (User Assessment Test) dan penandatanganan pakta integritas itu digelar di Aula Mini SMK Negeri 2 Kota Ternate.
Larangan Titip-Menitip dari Wagub
Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan berarti tanpa integritas para pelaksana di lapangan. Ia meminta semua pihak percaya penuh pada sistem yang sudah dirancang.
“Mari kita percaya penuh pada sistem ini dan kita bangun opini publik yang kuat. Sistem yang baik harus dikawal dengan kualitas diri, kualitas hati, serta kejujuran kita masing-masing. Jangan sampai integritas kita terganggu oleh nepotisme atau titip-menitip hanya karena faktor pertemanan,” tegas Wagub dalam sambutannya.
DPRD: Sistem Tak Bisa Diintervensi Siapa Pun
Ketua Komisi IV DPRD Maluku Utara, Muhajirin Bailusy, yang turut hadir memberikan pernyataan lebih tegas. Ia menyebut sistem ini menjadi titik awal keterbukaan publik yang wajib dihormati semua pemangku kebijakan.
“Ini adalah proses yang cukup terbuka. Kami menegaskan bahwa sistem ini tidak bisa lagi diintervensi oleh siapa pun, sekalipun oleh Wakil Gubernur, Sekda, maupun Komisi IV DPRD. Kami mengajak seluruh masyarakat Provinsi Maluku Utara untuk mengikuti prosedur resmi yang telah disiapkan,” pintanya.
Empat Jalur Seleksi dan Dua Tahap Pendaftaran
SPMB daring tahun ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 serta Keputusan Menteri Nomor 14 Tahun 2026. Seleksi dibagi ke dalam empat jalur untuk mengakomodasi keterbatasan ruang kelas dan fasilitas sekolah.
Pendaftaran dibagi dua tahap. Tahap pertama meliputi Jalur Prestasi dan Jalur Afirmasi. Tahap kedua mencakup Jalur Domisili (Zonasi) dan Jalur Mutasi. Wagub menambahkan, pembagian kuota ini merupakan solusi teknis untuk memenuhi amanat Undang-Undang wajib belajar 12 tahun.
Uji Coba Libatkan Siswa Kelas 9
Untuk memastikan aplikasi andal dan mudah diakses, panitia melibatkan siswa kelas 9 dalam User Assessment Test (UAT). Mereka menguji keamanan, keandalan, serta kemudahan akses sistem sebelum digunakan secara massal. Wagub meminta para operator aplikasi memiliki komitmen setara dengan pejabat publik agar tidak membuka celah kecurangan.
Pakta Integritas Lintas Instansi
Peluncuran SPMB online ini ditandai dengan penandatanganan pakta integritas bersama. Hadir dan meneken komitmen antara lain perwakilan dari Pemprov Malut (Wagub dan Sekda Drs. Syamsuddin A. Kadir, M.Si.), Ombudsman RI Perwakilan Malut, Kepolisian Daerah Malut, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Malut, serta Dinas Sosial, Diskominfo, dan Dukcapil. Sinergi lintas sektoral ini diharapkan melahirkan ekosistem pendidikan yang bersih sejak hari pertama pendaftaran.