Pencarian

Agrowisata Melon Ternate Gambesi Jadi Wisata Petik Buah Populer, Pengunjung Bisa Petik Langsung dari Pohon

Rabu, 03 Juni 2026 • 14:02:31 WIB
Agrowisata Melon Ternate Gambesi Jadi Wisata Petik Buah Populer, Pengunjung Bisa Petik Langsung dari Pohon
Pengunjung Agrowisata Melon Ternate Gambesi memetik buah langsung dari pohon.

TERNATE — Lahan pertanian seluas setengah hektare di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, berubah fungsi menjadi tempat rekreasi keluarga. Agrowisata Melon Ternate Gambesi menawarkan konsep wisata petik buah yang belakangan ramai dikunjungi warga Kota Ternate dan sekitarnya.

Tidak seperti membeli melon di pasar, pengunjung di sini diajak masuk ke area tanaman, memilih sendiri buah yang dianggap paling matang, lalu memotongnya langsung dari tangkai. Aktivitas ini menjadi daya tarik utama yang membedakan tempat ini dari kebun buah biasa.

Bagaimana Sistem Petik Buah Berjalan?

Setiap pengunjung dikenakan tiket masuk seharga Rp 15.000 per orang. Setelah itu, mereka bebas berkeliling kebun dan memetik melon yang siap panen. Buah yang dipetik kemudian ditimbang, dengan harga sekitar Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram, tergantung ukuran dan varietas.

Pengelola menyediakan gunting kecil dan arahan bagi pengunjung yang belum pernah memetik melon sebelumnya. Proses ini berlangsung setiap hari, mulai pukul 08.00 WIT hingga sore hari, selama musim panen berlangsung.

Mengapa Agrowisata Ini Cepat Populer?

Lokasinya yang berada di dalam kota, sekitar 15 menit dari pusat Kota Ternate, membuat tempat ini mudah dijangkau. Warga tidak perlu bepergian jauh ke pedalaman untuk merasakan sensasi bertani. Selain itu, momen memetik buah langsung dari pohon menjadi konten foto dan video yang banyak dibagikan di media sosial.

Fenomena ini juga menunjukkan tren baru pariwisata lokal. Warga perkotaan, terutama keluarga dengan anak-anak, mulai mencari kegiatan outdoor yang edukatif dan interaktif. Agrowisata melon ini menjawab kebutuhan tersebut dengan cara yang sederhana namun efektif.

Apa Kata Pengunjung?

"Anak-anak senang sekali karena bisa melihat langsung bagaimana melon tumbuh. Biasanya mereka hanya lihat di pasar, sekarang bisa memetik sendiri," ujar salah satu pengunjung asal Kelurahan Kalumata, Ternate, saat ditemui di lokasi pekan lalu.

Pengelola menyebutkan, jumlah pengunjung terus meningkat setiap akhir pekan. Pada hari Minggu, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 100 orang. Hal ini mendorong mereka untuk memperluas lahan tanam dan menambah varietas buah lain dalam waktu dekat.

Potensi Ekonomi bagi Petani Lokal

Keberhasilan agrowisata ini membuka peluang ekonomi baru bagi petani melon di Ternate. Sebelumnya, hasil panen hanya dijual ke pasar tradisional dengan harga fluktuatif. Kini, petani memiliki saluran distribusi langsung ke konsumen dengan harga yang lebih stabil.

Model wisata petik buah seperti ini dinilai bisa direplikasi di daerah lain di Maluku Utara yang memiliki potensi pertanian serupa. Dengan dukungan pemkot, sektor agrowisata berpotensi menjadi salah satu penopang ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.

Bagikan
Sumber: beritasatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks