TOBELO — Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menilai dunia pendidikan saat ini berubah sangat cepat. Mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi atau nilai rapor yang bagus.
“Kalian harus memiliki value diri yang bisa ditawarkan kepada perusahaan. Tidak cukup IPK bagus, tidak cukup nilai rapor, tetapi yang jauh lebih penting adalah konsistensi value diri,” ujar Sherly di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Hein Nemotemo (Unhena) di Tobelo, Selasa (9/6/2026).
AI Bukan Sekadar Alat, Tapi Mitra Strategis
Dalam kesempatan itu, Sherly secara spesifik membahas perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Menurutnya, teknologi ini telah membawa perubahan besar dan harus dimanfaatkan sebagai peluang, bukan tantangan yang dihindari.
“Kecerdasan buatan bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan mitra strategis dalam proses pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan efisien. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi, adopsi AI menjadi kunci dalam menyiapkan lulusan yang kompetitif di era industri modern,” jelasnya.
Karakter Jadi Kunci Saing di Pasar Global
Selain kemampuan teknis mengoperasikan AI, Sherly menekankan pembangunan karakter mahasiswa. Ia menyebutkan lima elemen utama yang wajib dimiliki: critical thinking, communication skill, teamwork, kreativitas, dan integritas.
“Critical thinking, communication skill, teamwork, creativity dan karakter adalah kunci character building menghadapi persaingan global,” katanya.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran banyak pihak bahwa AI akan menggantikan peran manusia. Sherly justru melihatnya sebagai momentum bagi generasi muda Maluku Utara untuk meningkatkan daya saing.
Pemimpin Inklusif dan Bantuan Auditorium Kampus
Sherly juga membuka sesi dialog dengan mahasiswa. Berbagai pertanyaan mengalir, mulai dari kepemimpinan hingga perkembangan teknologi. Ia menegaskan bahwa pemimpin yang baik harus mampu mendengar dan melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembangunan.
“Pemimpin yang inklusif adalah pemimpin yang memastikan mendengar suara rakyatnya, sedangkan transformasi pendidikan adalah bagaimana kita mengubah paradigma sesuai perkembangan zaman,” ungkapnya.
Tak hanya memberi motivasi, Sherly menunjukkan komitmennya melalui bantuan pembangunan auditorium kampus Unhena. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas Pemprov Maluku Utara di sektor pendidikan.
Program Pendidikan Prioritas Pemprov Malut
Di bawah kepemimpinan Sherly Laos bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Pemprov Maluku Utara telah menjalankan sejumlah program. Mulai dari BOSDA bagi SMA/SMK/SLB negeri, beasiswa S1-S2 untuk putra-putri daerah, hingga kerja sama dengan 27 perguruan tinggi negeri.
Bagi Sherly, pembangunan daerah tidak hanya tentang infrastruktur fisik. “Tetapi juga bagaimana menyiapkan manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki kemampuan menghadapi masa depan,” pungkasnya.