Pencarian

Dua Belas Titik Rawan Longsor di Jalan Nasional 28B Lam Dong Teridentifikasi, Penanganan Ditargetkan Sebelum 30 Juni 2026

Jumat, 12 Juni 2026 • 18:46:01 WIB
Dua Belas Titik Rawan Longsor di Jalan Nasional 28B Lam Dong Teridentifikasi, Penanganan Ditargetkan Sebelum 30 Juni 2026
Petugas Dinas Konstruksi Lam Dong melakukan survei titik rawan longsor di Jalan Nasional 28B.

MALUKU UTARA — Kepala Dinas Konstruksi Provinsi Lam Dong, pada 12 Juni, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meninjau seluruh trase Jalan Raya Nasional 28B. Langkah ini dilakukan guna menilai dampak pembangunan, mengidentifikasi area berpotensi longsor, serta menyusun rencana penanggulangan yang tepat.

Jalur Vital yang Terkendala Penguatan Lereng

Setelah ditingkatkan dan diperlebar, Jalan Raya Nasional 28B berfungsi sebagai arteri perdagangan dan pariwisata yang mempersingkat waktu tempuh antara Lam Dong dan kawasan pesisir tengah selatan. Namun, hujan awal musim baru-baru ini memperlihatkan sejumlah kelemahan di sepanjang rute tersebut. Di beberapa titik, tanah longsor, jatuhan batu, serta material tanah dan bebatuan menutupi tanggul dan permukaan jalan, mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Ruas dari Km 31 hingga Km 52 kini dinilai sebagai zona berisiko tinggi saat hujan lebat berkepanjangan. Di Km 31, misalnya, bongkahan batu besar masih tampak menempel di tanggul pasca-pembangunan. Pihak berwenang menyebut kondisi cuaca buruk dapat memicu jatuhnya bebatuan ke jalan, mengancam keselamatan pengguna.

Warga Keluhkan Tanggul Curam dan Material Longsor

Bapak Dinh Van Hai, warga desa Ninh Hai, komune Ta Hine, yang kerap melintasi kawasan itu, mengungkapkan bahwa tanah dan bebatuan dari tanggul terus berjatuhan ke permukaan jalan setelah hujan pertama musim ini. "Tanggulnya sangat curam, dengan banyak bebatuan besar yang terlihat. Hujan deras yang berkepanjangan dapat menyebabkan bebatuan tersebut longsor kapan saja. Kami berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan untuk mengatasi hal ini agar masyarakat dapat bepergian dengan aman!…," ujarnya.

Komite Rakyat Komune Phan Son turut berkoordinasi dengan Dinas Konstruksi Lam Dong dan Badan Manajemen Proyek Jalan Wilayah Tengah untuk memeriksa lokasi-lokasi berbahaya secara langsung. Bapak Mai Hong Dang, Ketua Komite Rakyat Komune Phan Son, memperingatkan bahwa jika tidak segera ditangani, risiko longsor akan meningkat drastis saat puncak musim hujan, mengancam keselamatan lalu lintas dan jiwa warga setempat.

Target Perbaikan 12 Titik Rawan Sebelum Juni 2026

Hasil survei awal menunjukkan bahwa dari 12 lokasi rawan longsor, sebagian besar berada di lereng yang baru diluruskan namun belum dilengkapi sistem penguatan dan drainase yang memadai. Bapak Nguyen Thanh Sang, Direktur Proyek Paket XD2 di bawah Badan Manajemen Proyek Jalan Vietnam Tengah, menegaskan bahwa fokus penanganan saat ini adalah ruas dari Km 42 hingga Km 52. "Seluruh proyek diharapkan selesai sebelum 30 Juni 2026," katanya.

Dinas Konstruksi Provinsi Lam Dong mencatat bahwa kemajuan proyek peningkatan Jalan Raya Nasional 28B masih tertinggal dari jadwal. Instansi tersebut telah mendesak investor untuk menambah personel, peralatan, dan kendaraan guna mempercepat pekerjaan, mengingat musim hujan telah tiba dan risiko longsor kian nyata. Pihak berwenang memperingatkan bahwa longsor di sepanjang rute itu dapat terus memburuk dan berpotensi menyebabkan kemacetan lokal jika tidak segera ditangani.

Bagikan
Sumber: vietnam.vn

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks