MALUKU UTARA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut, tepatnya 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman dangkal 10 kilometer. Meski getaran terasa kuat hingga ke Kabupaten Sigi, Donggala, dan Tojo Una-Una, BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Evakuasi Cepat di RS Samaritan, Tempat Tidur Pasien Digotong ke Luar
Kepanikan paling terlihat di RS Samaritan. Puluhan pasien yang sedang dirawat dievakuasi menggunakan kursi roda dan tempat tidur dorong. Petugas rumah sakit bergerak cepat mengarahkan seluruh penghuni gedung menuju halaman yang dianggap lebih aman dari risiko runtuhan akibat gempa susulan.
"Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa," kata Salam, seorang warga yang berada di lingkungan rumah sakit saat kejadian, kepada Antara.
Halaman rumah sakit langsung dipenuhi pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan. Mereka memilih bertahan di luar bangunan sambil menunggu situasi dinyatakan benar-benar kondusif oleh petugas.
Getaran Terasa di Lima Kabupaten, Warga Palu Berlarian ke Jalan
Di luar rumah sakit, gempa dangkal ini juga memicu kepanikan massal. Warga Kota Palu dan sekitarnya berhamburan keluar rumah dan gedung perkantoran begitu guncangan terasa. Data BMKG menunjukkan episenter gempa berada di koordinat 1,04 derajat Lintang Selatan dan 120,23 derajat Bujur Timur.
Proses evakuasi di RS Samaritan berlangsung tertib meski dalam tekanan waktu. Petugas terus memastikan seluruh pasien, terutama yang memiliki mobilitas terbatas, mendapatkan penanganan dan tetap dalam kondisi aman selama berada di area terbuka.
Antisipasi Gempa Susulan, Warga Diimbau Tak Buru-buru Masuk Gedung
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan signifikan dari lokasi kejadian. Namun, BMKG mengingatkan potensi gempa susulan berkekuatan lebih kecil masih terbuka mengingat karakteristik gempa dangkal di sesar aktif Sulawesi.
Petugas rumah sakit setempat masih bersiaga di titik evakuasi. Mereka belum mengizinkan pasien dan pengunjung kembali ke dalam gedung sebelum dilakukan pemeriksaan struktural oleh tim teknis bangunan.