LABUHA — Polres Halmahera Selatan menggelar doa lintas agama di Aula Wicaksana, menghadirkan tiga pemuka agama dari Islam, Kristen Protestan, dan Katolik untuk memimpin ritual secara bergantian. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi tradisi rutin tahunan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Tiga Pemuka Agama Pimpin Doa Bersama
Doa dipandu oleh Ustaz Abdul Haris Krois mewakili umat Islam, Pendeta Albert Efraim Kofit mewakili umat Kristen Protestan, dan Frater Herman Yoseph Batlayeri mewakili umat Katolik. Ketiganya secara bergantian memanjatkan doa memohon perlindungan, kesehatan, serta kelancaran bagi institusi Polri dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.
Kapolres Halmahera Selatan, AKBP Hendra Gunawan, memimpin langsung acara yang dihadiri para Pejabat Utama (PJU), personel Polres, pengurus Bhayangkari, serta sejumlah tokoh agama setempat.
Komitmen Polri Presisi dan Humanis
"Melalui doa lintas agama ini, kami memohon agar seluruh personel Polri, khususnya Polres Halmahera Selatan, diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas," ujar Kapolres dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa di usia Bhayangkara ke-80, Polri diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan terus memberikan pelayanan terbaik.
AKBP Hendra Gunawan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual agar Polri semakin profesional dan Presisi. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para tokoh agama yang meluangkan waktu untuk hadir.
Bukti Toleransi di Halmahera Selatan
Menurut Kapolres, kebersamaan ini menjadi bukti nyata dari tingginya toleransi dan kuatnya sinergi antarumat beragama di Kabupaten Halmahera Selatan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Melalui momentum HUT Bhayangkara ke-80 ini, Polres Halmahera Selatan menegaskan kembali komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, serta mewujudkan Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dicintai masyarakat.