HALMAHERA SELATAN — Peristiwa nahas menimpa seorang nelayan di perairan selatan Halmahera. Alan Marsaoly, yang sehari-hari mencari ikan seorang diri, dilaporkan hilang kontak setelah melaut pada Minggu (28/6/2026). Kekhawatiran warga muncul setelah perahu milik korban ditemukan dalam keadaan kosong dan hanyut di tengah laut.
Kepala Desa Koititi, Bunyamin Waisahua, mengonfirmasi penemuan jasad korban pada pukul 11.00 WIT. Jasad ditemukan saat warga dan keluarga melakukan penyisiran di perairan antara Gane Barat dan Gane Barat Utara.
Kronologi Pencarian dan Penemuan Jasad
Proses pencarian dimulai sejak Senin (29/6/2026) setelah nelayan lain melaporkan temuan perahu kosong. “Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh warga Desa Koititi saat melakukan penyisiran di perairan Gane Barat Utara,” ujar Bunyamin kepada wartawan.
Setibanya di rumah duka, jasad langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dipersiapkan proses pemakaman. Bunyamin menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam dan memberikan apresiasi kepada warga desa serta Tim SAR yang bergerak cepat dalam pencarian.
Nelayan Tradisional dan Risiko Melaut Sendirian
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi nelayan tradisional di Maluku Utara, khususnya mereka yang biasa melaut seorang diri tanpa alat komunikasi darurat atau pelampung memadai. Perairan Gane Barat yang masuk dalam kawasan laut terbuka dikenal memiliki arus kuat dan cuaca yang kerap berubah mendadak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Kelautan dan Perikanan atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat terkait insiden ini. Keluarga korban disebut telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tengah mempersiapkan pemakaman.