OBI — Jarak dan infrastruktur laut tak lagi menjadi hambatan utama bagi warga Desa Kawasi dan sekitarnya untuk mendapatkan layanan medis. Pustu Kawasi yang dibangun pada 2020 dan mulai beroperasi penuh tahun lalu kini menjadi pusat rujukan kesehatan di jantung pemukiman baru Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Fasilitas ini hadir sebagai solusi atas tantangan geografis yang selama ini memaksa warga menempuh perjalanan laut berjam-jam menuju Labuha, ibu kota kabupaten, hanya untuk pemeriksaan dasar. Kini, warga cukup berjalan kaki atau menempuh perjalanan singkat dari rumah mereka.
Layanan Lengkap dari USG hingga Posyandu
Pustu Kawasi tidak hanya melayani pengobatan umum. Fasilitas ini juga menyediakan layanan USG, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), serta Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Semua layanan itu ditangani oleh satu dokter umum, lima perawat, dan tiga bidan yang ditempatkan langsung di desa.
“Untuk USG kami bisa lakukan lewat Pustu, kalau dulu hanya bisa ke Labuha. Sudah sangat membantu kami,” ujar Indah Dewi Siar, warga Pemukiman Baru Desa Kawasi, yang baru saja menjalani pemeriksaan kehamilan di fasilitas tersebut.
Mengapa Kehadiran Pustu Ini Krusial?
Pulau Obi selama ini dikenal sebagai wilayah terpencil dengan akses transportasi terbatas. Distribusi tenaga medis dan obat-obatan kerap terkendala cuaca buruk dan kondisi jalan yang belum sepenuhnya mulus. Akibatnya, banyak warga menunda pengobatan hingga kondisi darurat terjadi.
Health and Education Supervisor Harita Nickel, Ragil Pardiantoro, menegaskan bahwa pembangunan Pustu ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan di tengah operasi industri nikel di Pulau Obi. “Kami menempatkan tenaga medis yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelayanan seperti Posyandu untuk ibu dan anak serta pengobatan penyakit sudah berjalan sangat baik sejak 2024,” jelasnya.
Pustu Kawasi juga dilengkapi apotek yang menyediakan obat-obatan dasar secara memadai. Dengan begitu, warga tidak lagi harus membeli obat di kota kabupaten dengan harga lebih mahal atau risiko kehabisan stok.
Apa yang Berubah bagi Warga?
Indah Dewi Siar mengaku sangat terbantu karena sekarang bisa melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin tanpa harus meninggalkan desa selama berhari-hari. “Kami merasa sangat terbantu. Di Pustu Kawasi, kami mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan yang sama dengan yang kami dapatkan di tempat lainnya,” ucapnya.
Kehadiran Pustu ini juga menekan angka rujukan ke rumah sakit di Labuha. Kasus-kasus ringan seperti infeksi saluran pernapasan atas, diare, dan demam berdarah kini bisa ditangani di desa. Hal itu mengurangi beban biaya transportasi dan waktu tunggu yang sebelumnya menjadi keluhan utama warga.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan berencana menambah jumlah tenaga medis dan memperluas jam operasional Pustu Kawasi jika permintaan layanan terus meningkat. Saat ini, Pustu buka setiap hari kerja dan melayani kunjungan darurat 24 jam melalui petugas jaga.