HALMAHERA SELATAN — Aktivitas pengerukan badan jalan di Desa Kaputusan – Desa Sumatinggi, Kecamatan Bacan, memicu longsor yang merobohkan satu tiang jaringan listrik tegangan menengah. Akibatnya, pasokan listrik ke 13 desa di wilayah itu sempat terganggu.
PLN UIW Maluku dan Maluku Utara menyatakan bahwa material pengganti tiang tidak tersedia di Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bacan. Seluruh material harus diambil dari gudang PLN UP3 Ternate, yang membutuhkan waktu tempuh tiga hari.
“PLN bergerak cepat dalam merespons gangguan di lapangan guna memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga bagi masyarakat,” ujar General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, Minggu (5/7/2026).
Penyangga Sementara Dipasang, Warga Tak Padam Total
Sebagai langkah darurat, petugas PLN memasang penyangga sementara pada tiang yang roboh. Langkah ini diambil agar saluran listrik tetap bisa mengalir ke rumah-rumah warga tanpa mengorbankan aspek keselamatan.
Noer menjelaskan bahwa akses jalan menuju lokasi masih belum memungkinkan untuk mobilisasi tiang baru akibat pekerjaan pengerukan yang baru rampung pada akhir Juni. “Penggantian tiang sesuai standar teknis baru dapat dieksekusi dan selesai pada 2 Juli 2026,” jelasnya.
PLN Buka Diskon Perubahan Daya, Proses via Aplikasi
Di tengah penanganan darurat tersebut, PLN juga mengingatkan masyarakat tentang program diskon perubahan daya listrik yang berlaku pada momen hari besar tertentu. Program ini bertujuan agar pelanggan lebih mudah menambah daya listrik tanpa biaya besar.
Promosi dilakukan secara masif, baik melalui metode konvensional seperti penyampaian flyer di lapangan maupun melalui media elektronik dan media sosial. Pelanggan dapat mengajukan perubahan daya secara mandiri lewat aplikasi PLN Mobile, Contact Center, atau datang langsung ke kantor PLN terdekat.
“Seluruh layanan tambah daya listrik di PLN dilaksanakan melalui sistem PLN Mobile yang terintegrasi, di mana pelanggan melakukan pengajuan secara langsung dalam sistem digital. Proses ini berlangsung secara transparan, tercatat otomatis, dan dapat ditelusuri,” kata Noer.
PLN menjamin bahwa penyalaan setelah perubahan daya maksimal lima hari kerja sesuai Service Level Agreement. Setiap proses layanan memiliki jejak digital, sehingga tidak ada celah untuk praktik penyimpangan atau manipulasi.
Koordinasi dengan Pemda Diperkuat agar Kejadian Tak Terulang
PLN juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar setiap pekerjaan infrastruktur di masa mendatang tidak kembali berdampak pada aset ketenagalistrikan. Langkah ini dinilai penting mengingat medan di Halmahera Selatan yang rawan longsor dan akses logistik yang terbatas.
“Kami memastikan setiap gangguan ditangani dengan cepat, tepat, dan mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” tutup Noer.