MALUKU UTARA — Dalam pertandingan yang berlangsung di Ciudad del Fútbol, skuad La Roja tampil superior sejak menit awal. Penguasaan bola yang mencapai angka 65% serta tekanan konstan ke lini belakang Portugal membuat tim tamu kesulitan mengembangkan permainan. Meski skor akhir tidak dirilis secara resmi, sumber internal Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengonfirmasi bahwa tim Matador unggul dengan selisih dua gol tanpa balas.
Dominasi di Lapangan, Bukan di Kepala
Alih-alih merayakan kemenangan dengan gegap gempita, Luis de la Fuente justru mengingatkan anak asuhnya bahwa uji coba hanyalah simulasi. “Hasil ini bagus untuk kepercayaan diri, tapi Piala Dunia adalah cerita yang berbeda,” ujar de la Fuente dalam sesi evaluasi tim. Ia menekankan bahwa performa impresif harus diimbangi dengan kerendahan hati agar tim tidak lengah saat turnamen sesungguhnya dimulai.
Pendekatan ini menjadi ciri khas pelatih berusia 63 tahun tersebut. Sejak menangani tim senior, de la Fuente selalu menolak label favorit juara dan lebih memilih fokus pada proses. “Kami belum memenangkan apa-apa. Setiap lawan di Piala Dunia akan datang dengan motivasi ekstra untuk mengalahkan Spanyol,” tambahnya.
Rotasi Pemain dan Taktik Baru Teruji
Dalam laga tersebut, de la Fuente melakukan rotasi di beberapa posisi kunci. Gelandang serang anyar yang tengah naik daun diberikan kepercayaan tampil sejak menit awal, sementara lini belakang yang digalang oleh bek tengah berpengalaman tampil solid tanpa kebobolan. Uji coba ini juga menjadi ajang untuk menguji formasi baru yang direncanakan sebagai opsi taktis di Piala Dunia nanti.
Portugal sendiri datang tanpa beberapa pilar utamanya, namun tetap menurunkan skuad kompetitif. Pelatih Roberto Martínez diyakini sengaja menyimpan strategi terbaiknya untuk pertemuan resmi nanti. Meski kalah, Portugal menunjukkan peningkatan di babak kedua setelah melakukan sejumlah pergantian pemain.
Jadwal Berikutnya dan Target Turnamen
Spanyol dijadwalkan menjalani satu laga uji coba lagi sebelum berangkat ke lokasi Piala Dunia 2026. De la Fuente memastikan akan memberikan menit bermain yang merata kepada seluruh pemain untuk menjaga kebugaran dan kekompakan tim. Target utama La Roja di turnamen kali ini adalah melaju setidaknya hingga babak semifinal, sebuah ambisi yang realistis namun tetap dibungkus dengan sikap rendah hati.
“Kami akan menghormati setiap lawan, tapi tidak takut pada siapapun. Itulah filosofi yang saya tanamkan,” pungkas de la Fuente. Dengan modal kemenangan dan mentalitas yang tepat, Spanyol layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat di Piala Dunia 2026.