TERNATE — La Yufri Rimasyira (33) terbiasa memanjat pohon kelapa di Desa Soligi untuk menghidupi istri dan anaknya. Namun selama lebih dari sebulan ke depan, ia akan duduk di bangku kelas mempelajari skema kelistrikan dan refrigerasi AC. “Saya mengikuti program ini untuk meningkatkan kemampuan agar bisa bekerja di perusahaan sesuai dengan keterampilan yang saya pelajari,” ujarnya.
Hal yang sama dirasakan La Difan Rifai (19). Sebelumnya, pemuda asal Desa Soligi ini hanya membantu orang tuanya berkebun. Kini ia mendaftar program PELITA Batch 5 dengan harapan bisa bekerja di perusahaan. “Kalau belum ada kesempatan, saya ingin membuka usaha sendiri di kampung,” kata La Difan.
Materi Pelatihan: Dari Alat Ukur Refrigerasi hingga Etika Kerja
Selama 33 hari, peserta tidak hanya diajarkan teknis perawatan AC residensial. Mereka juga dibekali kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan sikap kerja profesional. Kepala BPVP Ternate, Abdul Aziz, menyebut peserta yang lulus uji kompetensi akan mendapat dua sertifikat: dari BPVP Ternate dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Harapan kami, kolaborasi antara Harita Nickel, Kementerian Ketenagakerjaan, Pemprov Malut, dan Pemkab Halmahera Selatan bisa terus berlanjut. Tenaga kerja di lingkar tambang bisa ditempatkan berkontribusi di wilayah kerja,” ujar Abdul Aziz.
Pemprov Malut: Program Ini Contoh Kolaborasi Ideal
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Polosiri, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, PELITA adalah contoh konkret kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan BPVP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Beberapa hari lalu kami juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Harita Nickel untuk mendukung pelatihan-pelatihan ke depan,” kata Marwan.
Ia menambahkan program seperti ini perlu terus dilanjutkan, tidak hanya batch kelima, tetapi juga bentuk pelatihan lainnya.
Komitmen Perusahaan: Pembangunan Berkelanjutan Tak Hanya Infrastruktur
Community Development Manager Harita Nickel, Yuda Pranata, mengatakan PELITA adalah wujud nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat. “Kami percaya bahwa pembangunan berkelanjutan bukan hanya mendukung dalam bentuk infrastruktur dan fasilitas, tetapi juga kapasitas, keterampilan, dan kepercayaan diri bagi masyarakat,” ujarnya.
Sejak diluncurkan pada 2024, program PELITA telah mencakup pelatihan operator Wheel Loader, operator Overhead Crane, Bahasa Mandarin bagi pelajar, dan kini teknisi AC residensial. Semua pelatihan dirancang agar masyarakat Pulau Obi memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.