MALUKU UTARA — Fenomena markup gila-gilaan kembali menerjang pasar mobil bekas Amerika Serikat. J&S Autohaus, dealer di Ewing, New Jersey, memajang Tesla Model S Signature 2025 dengan harga USD 259.995 ditambah biaya dokumentasi USD 495, total mencapai USD 260.490. Padahal, Tesla menjual edisi spesial ini sekitar USD 155.000 — selisih lebih dari USD 100.000 atau setara Rp 1,6 miliar.
Hanya 250 Unit, Akses Undangan Eksklusif
Model S Signature Series bukan sembarang Model S Plaid. Tesla hanya memproduksi 250 unit sebagai bagian dari perpisahan dengan model Model S dan Model X yang sudah dihentikan. Akses pembelian pun terbatas — hanya pemilik Tesla tertentu yang mendapat undangan via email.
Setiap unit memiliki pelat bernomor di dasbor, dari 1/250 hingga 250/250. Unit yang dijual J&S Autohaus bernomor #71, dengan catatan satu pemilik, laporan Carfax bersih, dan tanpa kecelakaan. Ciri khas Signature Series meliputi cat Garnet Red eksklusif, kaliper rem emas pada rem karbon-keramik, velg 21 inci, serta lencana emas di seluruh bodi.
Harga Dua Kali Lipat Model S Plaid Standar
Perbandingan makin mencolok jika dilihat dari harga Model S Plaid biasa. Tesla menjual sisa stok Model S Plaid 2025 dengan harga USD 124.900. Artinya, banderol Signature #71 ini lebih dari dua kali lipat harga Plaid standar. Ironisnya, dealer yang sama juga menjual empat unit Model S Plaid 2026 lain dengan harga mulai USD 149.490 hingga USD 155.490 — masih jauh di bawah harga Signature yang mereka tawarkan.
Spesifikasi Sama dengan Plaid Biasa, Harga Melambung karena Kelangkaan
Meski berstatus edisi kolektor, secara teknis Model S Signature tidak berbeda dengan Model S Plaid yang sudah ada sejak penyegaran 2021. Tidak ada sel baterai baru, pengisian daya lebih cepat, sistem steer-by-wire, atau peningkatan jarak tempuh berarti. Pembeli membayar mahal untuk warna cat eksklusif, aksen emas, dan plat nomor edisi terbatas.
"Di balik cat Garnet Red dan lencana emas, Signature adalah Model S Plaid yang sama yang tidak banyak berubah sejak 2021," tulis Electrek dalam analisisnya. Pemilik asli Model S Signature 2012 — yang juga jurnalis Electrek — mengaku ragu mobilnya kini laku di atas USD 50.000.
Strategi Flipping atau Sekadar Cari Perhatian?
Langkah J&S Autohaus ini bukan tanpa risiko. Komentar pembaca Electrek, stetrain, menilai tindakan ini lebih sebagai strategi marketing. "Siapa pun bisa memasang harga PS5 seharga USD 2.000, bukan berarti ada yang mau membayar," tulisnya. "Memasang harga konyol memang satu tujuan: menarik perhatian media. Sepertinya berhasil."
Sejarah mencatat, Tesla Model S Signature generasi pertama — hanya 2.000 unit dan merupakan mobil Tesla pertama yang diproduksi massal — tidak pernah mencapai status kolektor bernilai enam digit. Dengan kondisi itu, sulit membayangkan Signature terbaru ini laku di harga USD 260.000. Apalagi, Tesla sudah mengonfirmasi penghentian produksi Model S dan Model X, dan jalur perakitan Fremont kini dialihkan untuk membuat robot humanoid Optimus.