HALMAHERA SELATAN — Bangunan Sekolah Dasar (SD) LPM Bobo di Kecamatan Mandioli Utara berada dalam kondisi darurat. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, sejumlah kerusakan mengancam keselamatan warga sekolah. Plafon koridor ambrol di beberapa titik, menyisakan rangka kayu yang sudah rapuh dan lapuk. Kabel-kabel listrik tampak menjuntai tanpa pelindung di area atap yang terbuka, meningkatkan risiko korsleting.
Beton Penyangga Retak, Besi Tulangan Terlihat Berkarat
Kerusakan paling serius ditemukan pada struktur utama gedung. Pada bagian sudut bangunan, beton penopang retak parah hingga mengelupas. Besi tulangan di dalamnya sudah berkarat, menandakan pelemahan struktur yang berbahaya jika tidak segera diperbaiki. Lisplang atap juga tampak keropos dan rusak dimakan usia.
“Setiap kali hujan, kami khawatir plafon runtuh atau terjadi korsleting listrik. Kondisi dinding yang retak juga membuat kami takut bangunan ini tidak stabil,” ujar seorang perwakilan warga atau guru yang enggan disebutkan namanya.
Papan Nama Usang, Atap Seng Berkarat
Dari luar, papan nama sekolah di Desa Bobo sudah usang. Atap seng berkarat dan cat dinding berwarna kuning-hijau mengelupas di banyak sisi. Kondisi itu mencerminkan minimnya perawatan selama bertahun-tahun. Infrastruktur yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa menimba ilmu kini justru menjadi sumber kekhawatiran.
Proses Belajar Mengajar Terancam Terganggu
Kerusakan masif di SD LPM Bobo berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar. Orang tua siswa berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, khususnya Dinas Pendidikan, segera meninjau lokasi dan memprioritaskan perbaikan. “Kami sangat berharap ada perbaikan segera agar anak-anak kami dapat belajar dengan tenang dan aman tanpa harus merasa was-was,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Pendidikan Halmahera Selatan mengenai rencana perbaikan SD LPM Bobo.