Pencarian

Skema Pembiayaan Bioetanol Disiapkan Pemerintah, Harga Jual Bensin Campur Etanol Bakal Ditekan

Rabu, 05 Agustus 2026 • 10:10:31 WIB
Skema Pembiayaan Bioetanol Disiapkan Pemerintah, Harga Jual Bensin Campur Etanol Bakal Ditekan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah menyusun skema pembiayaan untuk menekan harga jual bensin campur etanol.

MALUKU UTARA — Jakarta – Pemerintah tidak ingin kebijakan campur etanol dalam bensin justru membuat harga jual di pompa makin mahal. Untuk itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang menyusun skema pembiayaan khusus, meniru pola yang dipakai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

"Perlakuannya mungkin seperti BPDPKS, tetapi sampai dengan sekarang kita lagi mengatur formulasinya," ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/26).

Jagung, Singkong, dan Tebu Jadi Bahan Baku Utama

Bahlil menyebut ada tiga komoditas yang masuk daftar bahan baku bioetanol: jagung, singkong, dan tebu. Pemerintah akan menetapkan harga khusus untuk komoditas tersebut. Langkah ini dimaksudkan agar produksi bioetanol tetap memberi keuntungan ekonomi bagi petani, bukan hanya menguntungkan industri hilir.

"Kami akan membuat satu formulasi yang baik untuk kepentingan industri, petani dan negara," kata Bahlil.

Disparitas Harga Muncul Saat Minyak Dunia Lebih Murah

Persoalan disparitas harga berpotensi terjadi ketika harga minyak mentah dunia berada di bawah biaya produksi bioetanol. Tanpa mekanisme penutup selisih, mandatori etanol akan memberatkan badan usaha penyalur BBM. Karena itu, formula pembiayaan yang tengah disusun pemerintah menjadi kunci agar kebijakan ini berjalan tanpa mengganggu stabilitas harga energi nasional.

Kajian mandatori etanol sendiri sudah berjalan sejak 2025 dan disebut hampir rampung. Hasil kajian ini akan menjadi dasar peta jalan penerapan E20 secara bertahap hingga 2028-2029.

Sorgum Jadi Alternatif yang Lebih Kompetitif

Pakar energi Universitas Indonesia (UI) Ali Ahmudi Achyak menilai sorgum punya peluang besar sebagai bahan baku bioetanol. Keunggulan utamanya: tidak bersinggungan dengan kebutuhan pangan seperti halnya tebu dan jagung.

Menurut Ali, bioetanol berbasis sorgum berpotensi memiliki harga lebih bersaing. Meski begitu, ia mengakui harga jualnya masih bisa lebih tinggi dibanding BBM fosil. Ia mendorong pemerintah memberikan insentif berupa subsidi bibit, subsidi pupuk, dan penguatan riset sorgum agar bahan bakar nabati ini semakin ekonomis.

Mandatori bioetanol merupakan bagian dari strategi pemerintah menekan ketergantungan impor bensin. Campuran etanol 10 persen (E10) menjadi tahap awal yang ditargetkan berjalan pada 2027.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fraksigolkar.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks