Pencarian

Konsul Jenderal Australia Todd Dias Pamit Usai Tiga Tahun Perkuat Kerja Sama dengan Maluku Utara, Ini Warisan Programnya

Senin, 10 Agustus 2026 • 12:35:01 WIB
Konsul Jenderal Australia Todd Dias Pamit Usai Tiga Tahun Perkuat Kerja Sama dengan Maluku Utara, Ini Warisan Programnya
Konsul Jenderal Australia Todd Dias berpamitan setelah tiga tahun bertugas memperkuat kerja sama dengan Maluku Utara.

TERNATE — Jejak diplomasi Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, bersama Maluku Utara meninggalkan sejumlah program konkret yang menyentuh langsung masyarakat. Setelah tiga tahun bertugas, ia pamit dan akan kembali ke Canberra untuk penugasan baru di Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).

Masa baktinya ditutup dengan apresiasi hangat kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dan Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah. "Sangat sedih bagi saya harus menyelesaikan masa tugas, tetapi saya merasa bahagia dan bangga karena telah memberikan yang terbaik untuk mempererat hubungan kedua negara," ujar Dias dalam keterangan resmi, Senin (10/8).

Fokus pada Hak Perempuan di Morotai

Salah satu warisan yang ditinggalkan adalah kolaborasi lewat program Australia-Indonesia INKLUSI. Inisiatif ini secara khusus mendukung pemenuhan hak-hak perempuan terpinggirkan serta penguatan kepemimpinan perempuan.

Pelaksanaannya digarap oleh KAPAL Perempuan bersama mitra lokal, yakni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perempuan dan Anak di Morotai. Pendampingan hukum dan advokasi menjadi fokus utama untuk melindungi kelompok rentan di kabupaten kepulauan tersebut.

Bantuan Kesehatan untuk Klinik Hohidiai

Di sektor layanan publik, Australia menyalurkan bantuan melalui Direct Aid Program. Dana tersebut digunakan untuk melengkapi Klinik Hohidiai dengan sejumlah peralatan medis penting, guna meningkatkan akses kesehatan masyarakat setempat.

Kunjungan terakhir Dias ke Maluku Utara terjadi pada Juni 2026. Agenda saat itu adalah menghadiri kegiatan pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Halmahera Utara, sebuah acara yang didukung penuh oleh Australia-Indonesia Institute.

Hubungan yang Terus Berlanjut

Menjelang kepulangannya, Dias menyampaikan rasa terima kasihnya secara khusus. "Saya sangat mengapresiasi bertemu dengan Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda Laos yang selalu memberi inspirasi, dan Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah," katanya.

Ia juga menekankan kehangatan yang diterimanya selama bertugas. "Terima kasih atas persahabatan, dukungan, dan kehangatan luar biasa yang diberikan oleh seluruh masyarakat serta mitra kerja di Maluku Utara," ucap Dias.

Estafet kepemimpinan konsuler selanjutnya dipegang oleh Sanchi Davis. Dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang mumpuni, Davis diharapkan mampu melanjutkan dan memperdalam kemitraan yang telah terbangun di kawasan timur Indonesia, khususnya Maluku Utara.

Follow halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks