MALUKU UTARA — Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai 15 menit berlangsung, volume transaksi tercatat 5,28 miliar saham dengan nilai Rp2,43 triliun dan frekuensi sebanyak 378.488 kali.
Sebanyak 328 saham tercatat menguat, 195 saham melemah, dan 197 saham lainnya stagnan. Pelemahan indeks kali ini terjadi setelah pekan lalu investor asing membukukan net sell Rp1,31 triliun di pasar reguler.
Tiga Faktor Penekan IHSG pada Awal Pekan
Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan ada tiga sentimen utama yang membayangi pergerakan indeks hari ini. Pertama, sikap wait and see pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Kedua, gejolak politik domestik yang masih menjadi perhatian investor. Ketiga, aktivitas rebalancing MSCI yang efektif pada 31 Agustus.
Tekanan teknikal diperkirakan bakal memuncak menjelang penutupan perdagangan hari ini, seiring dengan penyesuaian portofolio oleh investor asing. Saham-saham yang dikeluarkan dari indeks Small Cap MSCI berpotensi mengalami tekanan jual lebih dalam.
Aksi Jual Asing dan Dampaknya ke Likuiditas
Manuver investor asing menjadi perhatian utama pelaku pasar. Sepanjang pekan lalu, aksi jual bersih di pasar reguler mencapai Rp1,31 triliun, menandakan perubahan posisi yang cukup signifikan menjelang periode rebalancing.
Meski demikian, volume transaksi pagi ini masih tergolong aktif dengan 5,28 miliar saham berpindah tangan hanya dalam 15 menit pertama. Ini menunjukkan masih ada minat beli dari investor domestik di tengah tekanan asing.
Proyeksi Pergerakan Indeks Hari Ini
"Kami memproyeksikan IHSG bergerak volatil dengan kecenderungan terbatas pada awal pekan, seiring meningkatnya aktivitas rebalancing MSCI," tulis riset BRI Danareksa Sekuritas.
Tekanan teknikal berpotensi memuncak menjelang penutupan 31 Agustus, terutama pada saham-saham yang keluar dari indeks Small Cap. Investor disarankan mencermati pergerakan nilai tukar rupiah dan arus modal asing sebagai indikasi arah pasar selanjutnya.
Sepanjang sesi perdagangan hari ini, level support terdekat IHSG berada di kisaran 6.480–6.500, sementara resistance di area 6.540–6.560. Pergerakan indeks diperkirakan akan lebih banyak ditentukan oleh aksi rebalancing menjelang penutupan.
Investasi mengandung risiko.