Data RTI mencatat IHSG sempat dibuka di posisi 6.544,774 sebelum langsung merosot. Tekanan jual mendominasi dengan 279 saham emiten melemah, sementara 194 saham menguat dan 222 saham stagnan.
Nilai transaksi yang tercatat hingga pukul 09.08 WIB baru mencapai Rp1,519 triliun dari 2,804 miliar saham yang diperdagangkan. Angka ini menandakan pelaku pasar masih menahan diri menunggu arah kebijakan bank sentral AS.
Net Sell Asing dan Saham yang Dibuang
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun tipis 0,1 persen disertai net sell asing Rp331 miliar. Lima saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah ANTM, BMRI, BBCA, BUMI, dan TINS.
Pola net sell di saham perbankan dan tambang menunjukkan asing masih mengurangi eksposur ke aset berisiko Indonesia. Tekanan ini sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.
Sentimen Global: Wall Street dan Harga Minyak
Indeks utama Wall Street ditutup turun pada Senin (14/9/2026). S&P 500 melemah 0,48 persen, Nasdaq turun 0,56 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,29 persen.
Penurunan itu dipicu kerugian di Nvidia dan produsen chip lainnya setelah perusahaan AI AS menyuarakan kekhawatiran soal keselamatan dan menyerukan perlambatan pengembangan AI. Harga minyak Brent sempat melonjak sekitar 3 persen dan bertahan di atas USD100 per barel.
Pasar saham Asia juga melemah pada perdagangan Senin seiring investor bersiap menghadapi potensi kenaikan suku bunga The Fed dan Jepang pekan ini.
Proyeksi BNI Sekuritas: Rebound jika Tembus 6.550
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini jika berhasil break di atas resistance 6.550.
"Hati-hati jika gagal break 6.550, potensi kembali koreksi mendekati pengumuman The Fed. Diperkirakan support IHSG 6.450-6.500 dan resist IHSG 6.550-6.600," ungkap Fanny dalam risetnya.
Level support 6.450-6.500 menjadi area krusial yang perlu dicermati. Jika jebol, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga pengumuman suku bunga The Fed.
Enam Saham Pilihan Trading Hari Ini
BNI Sekuritas merilis sejumlah saham yang bisa menjadi pilihan trading idea hari ini, mulai dari sektor energi hingga properti. Berikut trading plan lengkapnya:
- MEDC — spec buy area beli Rp1.530-Rp1.575, cutloss di bawah Rp1.530, target dekat Rp1.600-Rp1.630
- ENRG — spec buy area beli Rp1.410-Rp1.450, cutloss di bawah Rp1.400, target dekat Rp1.490-Rp1.530
- TPIA — spec buy area beli Rp1.850-Rp1.865, cutloss di bawah Rp1.850, target dekat Rp1.885-Rp1.920
- SSIA — spec buy area beli Rp1.655-Rp1.690, cutloss di bawah Rp1.650, target dekat Rp1.715-Rp1.750
- PTBA — spec buy area beli Rp3.060-Rp3.080, cutloss di bawah Rp3.020, target dekat Rp3.110-Rp3.150
- ITMG — spec buy area beli Rp26.050-Rp26.150, cutloss di bawah Rp26.000, target dekat Rp26.325-Rp26.525
Mayoritas rekomendasi menyasar emiten energi dan tambang, sektor yang diuntungkan lonjakan harga minyak dan komoditas. Dua saham properti dan petrokimia melengkapi daftar sebagai alternatif di tengah volatilitas indeks.
Investasi mengandung risiko.