SOFIFI — Kemah Generasi Berkarakter yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara berlangsung 9-13 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti pengurus OSIS dari SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Maluku Utara, dipusatkan di Kawasan Masjid Raya Shaffulkhairat, Sofifi.
Momen paling menonjol terjadi saat Gubernur Sherly Tjoanda menyapa peserta dalam sesi tanya-jawab. Fillya Meyviana Ohorella, siswi asal Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kepulauan Sula, berdiri dan menyampaikan persoalan infrastruktur di kampungnya.
Apa yang Disampaikan Fillya kepada Gubernur Sherly?
Siswi SMAN 3 Kepulauan Sula itu meminta jembatan penghubung Desa Naflo dan Desa Waitina segera dibangun. Alasannya, akses ke sekolah terputus setiap kali banjir datang pada musim penghujan.
"Kami di Kecamatan Mangoli Timur berharap agar jembatan penghubung antara desa Naflo dan Waitina segera dibangun untuk mendukung akses kami ke Sekolah," ujar Fillya kepada Gubernur Sherly, Sabtu (11/10).
Keluhan kedua soal pagar sekolah yang belum selesai. Menurut Fillya, kondisi itu membuka peluang murid bolos karena area sekolah tidak tertutup rapat.
"Pagar Sekolah kami juga belum selesai dibangun, sehingga memberikan kesempatan untuk murid bolos Sekolah," tambahnya.
Permintaan ketiga: penyelesaian lapangan bulu tangkis di SMAN 3 Kepulauan Sula yang pembangunannya belum tuntas.
Mengapa Kemah OSIS Digelar di Sofifi?
Perkemahan tahun ini dirangkai dengan peringatan HUT ke-27 Provinsi Maluku Utara. Tujuannya membangun integritas pelajar, membentuk karakter kepemimpinan, sekaligus menekan angka siswa putus sekolah di wilayah kepulauan.
Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe membuka kegiatan, diawali kirab budaya dari peserta antarkabupaten dan kota. Gubernur Sherly menyusul hadir untuk berdialog langsung dengan para siswa.
Jembatan Waitina-Naflo dan Akses Pendidikan di Mangoli Timur
Desa Waitina dan Naflo berada di Kecamatan Mangoli Timur, wilayah Kepulauan Sula yang terpisah oleh aliran sungai. Saat debit air naik, pelajar dari kedua desa kesulitan mencapai sekolah.
Persoalan pagar SMAN 3 Kepulauan Sula menambah daftar kebutuhan sarana di sekolah tersebut. Fillya menyampaikan tiga permintaan sekaligus dalam satu sesi dialog, dari jembatan, pagar, hingga lapangan olahraga.
Belum ada keterangan resmi dari Pemprov Maluku Utara soal jadwal tindak lanjut ketiga permintaan itu. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara juga belum menyampaikan respons terkait keluhan sarana SMAN 3 Kepulauan Sula.
Kegiatan kemah berlangsung hingga 13 Oktober 2026 dengan rangkaian materi kepemimpinan dan kegiatan kelompok bagi ratusan pengurus OSIS peserta.