MALUKU UTARA — RRQ Hoshi dipastikan tidak lolos ke babak Playoff MPL ID Season 18 setelah hanya mengumpulkan tiga kemenangan dari 14 pertandingan Reguler Season. Kegagalan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi tim berjuluk Raja dari Segala Raja, setelah sebelumnya juga absen di Playoff MPL ID S16 dan S17.
Kekalahan 1-2 dari Onic pada Minggu, 11 Oktober 2026 menjadi penutup jalan RRQ Hoshi di Reguler Season MPL ID S18. Duel tersebut sebenarnya menjadi laga penentu bagi RRQ untuk menjaga peluang meraih tiket Playoff, tetapi Onic tampil lebih solid dan memaksa sang Raja dari Segala Raja menelan kekalahan ke-11 dari 14 laga yang sudah dijalani.
Dengan sisa dua pertandingan di pekan kesembilan, RRQ Hoshi secara matematis sudah tidak bisa menembus peringkat enam besar. Kalaupun mereka menyapu bersih dua laga tersisa dengan skor 2-0, tambahan poinnya tidak cukup untuk menggeser tim-tim di zona Playoff.
Rekor Buruk yang Berulang Sejak S16
Pola keterpurukan RRQ Hoshi sebenarnya sudah terlihat sejak MPL ID S16. Dari 16 pertandingan, mereka hanya menang enam kali dan harus puas finis di peringkat ketujuh.
Musim berikutnya justru lebih pahit. Di MPL ID S17, RRQ Hoshi cuma mengantongi dua kemenangan dari 16 laga dan terpuruk di peringkat kesembilan atau posisi paling bawah klasemen.
MPL ID S18 melanjutkan tren negatif itu. Sepanjang Reguler Season yang bergulir dari pekan pertama 14 Agustus hingga pekan kedelapan 11 Oktober 2026, RRQ Hoshi hanya mampu menang tiga kali dari 14 pertandingan.
Posisi di Zona Merah Klasemen
Hingga pekan kedelapan, RRQ Hoshi masih menghuni zona merah bersama Dewa United Esports dan Geek Fam. Dua laga sisa di pekan kesembilan hanya akan mengubah posisi mereka di tiga terbawah, bukan mengangkat peluang ke Playoff.
Manajemen RRQ menyampaikan kekecewaan lewat akun media sosial resmi mereka. "Belum rezekinya RRQ Hoshi hari ini, Kingdom. Perjuangan RRQ Hoshi melawan Onic harus berakhir dengan hasil yang belum sesuai harapan. Tapi perjuangan masih berlanjut hingga akhir, jadi jangan berhenti kasih support buat RRQ Hoshi," tulis RRQ, Senin (12/10/2026).
Tekanan bagi Manajemen dan Roster
Tiga musim beruntun tanpa Playoff menempatkan RRQ Hoshi di posisi yang tidak nyaman. Sebagai salah satu organisasi esports dengan basis penggemar terbesar di Indonesia, absennya RRQ di babak gugur MPL ID berdampak langsung pada eksposur sponsor dan pendapatan kompetitif tim.
Pertanyaan besar kini mengarah ke komposisi roster musim depan. Manajemen RRQ dihadapkan pada pilihan mempertahankan skuad yang ada atau merombak total demi mengembalikan daya saing di Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia.
Bagi penggemar dan pelaku industri esports Tanah Air, kasus RRQ Hoshi menjadi pengingat bahwa dominasi historis tidak menjamin hasil di kompetisi yang level persaingannya terus naik setiap musim.