MALUKU UTARA — Pertandingan penutup Grup G ini mempertemukan dua tim yang sama-sama belum kalah di turnamen, tapi dengan posisi yang berbanding terbalik. Mesir memuncaki klasemen dengan empat poin hasil satu kemenangan dan satu imbang, sementara Iran tertahan di posisi kedua dengan dua poin dari dua hasil seri.
Catatan tak terkalahkan Iran kini mencapai lima laga di semua kompetisi. Namun, dua hasil imbang di Seattle — 2-2 melawan Selandia Baru dan 0-0 kontra Belgia — belum cukup untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar.
Jika Belgia mengalahkan Selandia Baru di pertandingan lain, hasil imbang melawan Mesir bisa membuat Iran tersingkir karena kalah selisih gol. Situasi ini membuat tim asuhan Amir Ghalenoei wajib meraih tiga poin perdana mereka di turnamen.
Di kubu lawan, Mesir datang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Setelah menahan Belgia 1-1 di laga pembuka, The Pharaohs menghancurkan Selandia Baru 3-1 pada pertandingan kedua.
Mohamed Salah menjadi motor serangan Mesir sejauh ini. Pemain Liverpool itu telah mencatatkan satu gol dan dua assist dalam dua penampilan pertamanya di Piala Dunia 2026.
Hasil imbang saja sudah cukup bagi Mesir untuk lolos. Tapi kemenangan akan mengantar mereka ke fase gugur sebagai juara grup — posisi yang memungkinkan mereka menghindari lawan berat di babak 32 besar.
Iran menunjukkan soliditas luar biasa saat menahan Belgia tanpa gol pada laga kedua. Disiplin tinggi di lini belakang menjadi senjata utama Team Melli untuk meredam agresivitas Mesir.
Namun, produktivitas gol masih menjadi pekerjaan rumah. Iran baru mencetak dua gol dari dua pertandingan, sementara Mesir sudah mengemas empat gol. Pertarungan antara pertahanan kokoh Iran dan ketajaman lini depan Mesir akan menjadi kunci laga nanti.
Laga Iran vs Mesir dijadwalkan kick-off pukul 10.00 WIB di Lumen Field, Seattle. Dengan tiket fase gugur yang masih diperebutkan tiga tim sekaligus, matchday terakhir Grup G ini dipastikan berlangsung sengit hingga peluit panjang berbunyi.